EQUATOR-TV, SURABAYA – Kelurahan Morokrembangan, Surabaya, menjadi sentra beragam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner khas Jawa Timur. Berbagai produk lokal seperti lontong mie dan rujak cingur banyak ditemui di kawasan ini. Salah satu yang menonjol adalah usaha olahan lele milik Mamik yang kini mendapat pendampingan dari mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 13.
Berbeda dengan UMKM kuliner lain yang sudah mapan, pengusaha ini memilih mengembangkan usaha olahan lele. “Karena di daerah Morokrembangan sendiri ada ternak lele, gampang nyarinya,” ujar Mamik (14/7/2025).
Mamik mengembangkan berbagai varian menu olahan lele seperti nugget, bakso, kerupuk kulit, dan nasi bakar yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan. “Saya selalu menyesuaikan menu dengan pesanan yang masuk,” jelas pemilik usaha tersebut.
Meski sempat mendapatkan respons positif di awal bahkan diresmikan oleh mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani, usaha ini menghadapi berbagai tantangan. Selain kurangnya respons pasar yang konsisten, kendala utama terletak pada sistem pemasaran yang masih terbatas pada promosi via WhatsApp dan mulut ke mulut di sekitar daerah. Ditambah lagi dengan keterbatasan modal, Mamik harus menangani seluruh proses produksi hingga pemasaran sendirian.
Menyikapi potensi dan tantangan usaha lokal, mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 13 memberikan pendampingan intensif dengan fokus pada penguatan branding dan strategi pemasaran digital.
Di bidang branding, kegiatan difokuskan pada penciptaan identitas visual yang lebih kuat melalui pembuatan logo usaha dan desain banner promosi yang menarik. Upaya pemetaan digital juga dilakukan dengan menambahkan titik lokasi usaha di Google Maps untuk meningkatkan aksesibilitas.
Pada aspek pemasaran digital, dikembangkan berbagai konten kreatif berupa food review dan foto menu yang disajikan secara profesional. Seluruh konten tersebut kemudian didistribusikan melalui media sosial untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan UMKM seperti milik Mamik dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan mampu bersaing di era digital. Harapannya, UMKM Morokrembangan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan nasional. Dukungan yang konsisten dari berbagai pihak diharapkan terus mengalir agar UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di masa depan.










