EQUATOR-TV, TARAKAN – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat peran organisasi masyarakat (ormas) dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kegiatan Penyuluhan dan Diskusi Peran Ormas dalam Pencegahan dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba.
Diskusi besama yang dilaksanakan pada Minggu pagi (10/8/2025) ini, berlangsung di Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan, yang dihadiri 40 ormas se-Kaltara.
Hadir sebagai narasumber, Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Tatar Nugroho, S.I.K., S.H dan Alghi Fari Smith, S.ST, yang merupakan Social Worker dari Sahabat Saksi dan Korban (SSK) Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI.
Dalam sesi penyuluhan, Tatar membawakan materi terkait kondisi aktual penyalahgunaan narkoba di wilayah Kaltara, tren peredarannya, dan tantangan penegakan hukum. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun langkah nyata membangun kesadaran kolektif.
“Hari ini kita sangat gembira dan bangga, karena diinisiasi oleh Ormas Bersatu Kalimantan Utara. Kegiatan ini menjadi momen konsolidasi seluruh organisasi masyarakat untuk menyatukan sikap melawan narkoba. Narkoba telah meresahkan dan merusak generasi kita. Kebangkitan rasa kesadaran ini adalah tanda bahwa masyarakat mulai bersatu untuk memberantasnya,” tegas Tatar.
Sedangkan Alghi Fari, sebagai pembicara kedua memaparkan peran sosial masyarakat dalam mendukung korban serta strategi pencegahan berbasis komunitas.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos, serta sejumlah pejabat dan tokoh penting lainnya, juga tampak hadir dalam pertemuan ini.
Ketua Panitia Jakir, yang juga selaku Ketua DPW Pemuda Dayak Kaltara menyampaikan bahwa ide pelaksanaan acara ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap situasi peredaran narkoba di Kalimantan Utara.
“Kondisi narkoba di Kaltara ini sudah memprihatinkan. Kami tegas menolak penyebaran dan penyalahgunaan narkoba. Melalui kegiatan ini, kami ingin semua ormas bisa menjadi relawan yang aktif memberantas narkoba. Rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan, agar komitmen ini terus terjaga,” ungkapnya.
Selain sesi penyuluhan, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi seluruh ormas untuk membangun jejaring dan merumuskan langkah-langkah strategis bersama. Peserta yang hadir berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan BNNP Kaltara dan narasumber, membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari lemahnya pengawasan hingga kebutuhan peningkatan edukasi di kalangan generasi muda.
Sebagai penutup, dilaksanakan penandatanganan deklarasi bersama yang diikuti oleh seluruh perwakilan ormas, disaksikan Kepala BNNP Kaltara dan pejabat terkait. Deklarasi ini berisi janji ikrar untuk menolak, melawan, dan mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, khususnya di Kota Tarakan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, BNN, dan ormas dapat semakin kuat, sehingga gerakan pencegahan narkoba tidak hanya berhenti di tingkat kampanye, tetapi benar-benar menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.(VT)










