EQUATOR-TV, TARAKAN – Sosialisasi seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Utara periode 2026–2029 resmi digelar di meeting room Hotel Tarakan Plaza, Kamis (21/8/2025). Proses ini menjadi langkah awal terbentuknya KPID pertama di provinsi termuda Indonesia tersebut.
Ketua Tim Seleksi, Jufri, menegaskan pihaknya mencari tujuh orang komisioner yang memiliki integritas tinggi. “Kami berharap seluruh warga Kaltara bisa ikut serta mendaftar. Dan yang paling penting, mereka harus bersih dari narkoba. Apalagi daerah perbatasan sangat rawan peredaran narkoba,” ujarnya.
Ia menjelaskan tahapan seleksi akan dimulai dari pendaftaran, hingga pengumuman hasil, dengan detail jadwal disampaikan pada Jumat (22/8/2025).
Tim pansel yang berjumlah lima orang terdiri dari perwakilan KPI Pusat, unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan tokoh pemuda. “Kami ingin orang-orang terbaik yang nantinya duduk sebagai komisioner, karena mereka akan menjadi ujung tombak penyiaran di Kaltara,” tambahnya.
Seleksi ini juga melibatkan uji publik sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan terhadap calon komisioner. Menurut Jufri, rekam jejak, termasuk aktivitas di media sosial, akan turut menjadi bahan penilaian. “Kalau ada calon yang lulus berkas tapi ada catatan dari masyarakat, tentu akan jadi pertimbangan kami,” jelasnya.
Kehadiran KPID Kaltara dinilai penting untuk memperkuat pengawasan siaran televisi dan radio, khususnya di wilayah perbatasan yang hingga kini masih banyak menangkap siaran Malaysia. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan mampu mempermudah proses perizinan penyiaran serta mendorong promosi budaya lokal lewat karya jurnalistik.
Tim seleksi menargetkan tujuh komisioner KPID Kaltara periode 2026–2029 sudah terbentuk pada November 2025 mendatang.(RS)










