EQUATOR-TV, TARAKAN – Kegiatan tahunan Cendekiawan Muslim X kembali digelar oleh Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah Boarding School Tarakan pada Selasa pagi (11/11/2025) di Kampus II Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhamadiyah, Tarakan.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is ini,
juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara dan Kota Tarakan, Camat Tarakan Utara beserta seluruh lurah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tarakan, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Tarakan Utara, serta Kakanda dan Ayunda organisasi otonom Muhammadiyah se-Kota Tarakan.
Ibnu Saud dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tersebut.
“Ini kegiatan yang luar biasa, dan ternyata sudah berlangsung secara kalenderial dari tahun ke tahun, ini kali yang ke-10. Artinya di sini akan muncul kreativitas, inovasi, dan penguasaan terhadap hal-hal baru. Nah, itu yang kita perlukan, peningkatan keterampilan atau upgrading skills,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara keimanan dan kemampuan praktis di era modern.
“Banyak orang pintar tapi jadi pengangguran karena hanya menguasai teori. Kalau punya ilmu terapan, dia tidak mencari pekerjaan tapi menciptakan pekerjaan. Jadi orang seperti ini bukan job seeker, tapi job creator,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Cendekiawan Muslim X, M. Fajar Rizqy Mahardika, mengatakan bahwa kegiatan kali ini mengusung tema ‘Pengembangan Muslim Muda Berbasis 4I: Iman, Intelektual, Inovasi, dan Implementasi di Era Digitalisasi.’
“Alhamdulillah, pembukaan Cendekiawan Muslim ke-10 ini berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi Muhammadiyah. Kami berharap kegiatan tahun ini bisa berjalan sukses hingga akhir,” ujarnya.
Kegiatan Cendekiawan Muslim X ini turut dimeriahkan berbagai lomba dari tingkat TK hingga SMA/SMK, seperti lomba Tartil, Pildacil, Story Telling, Debat, dan Komik Digital. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan potensi pelajar dalam bidang keagamaan, intelektual, dan kreativitas di era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda Islam di Tarakan semakin berdaya, berilmu, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan modern.(RS)










