EQUATOR-TV, MALINAU – Desa Pulau Sapi Kabupaten Malinau, menjadi pusat peringatan Hari Desa Nasional Kalimantan Utara yang dihadiri langsung Gubernur Kaltara, H.Zainal A. Paliwang.
Desa ini merupakan wilayah pedesaan yang selama ini selalu menjaga keasrian alamnya, dengan unsur budaya lokal yang kuat.
Hal inilah yang menjadi alasan ditunjuknya desa tersebut sebagai titik puncak Hari Desa Nasional di Kaltara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Dengan latar rumah adat khas Dayak serta nuansa kearifan lokal yang masih terjaga, Gubernur Zainal dengan suka cita menyapa masyarakat dan perangkat desa ini.
Kehadirannya disambut antusias warga yang memadati lokasi tersebut. Dalam suasana yang sarat nilai budaya, peringatan Hari Desa Nasional tak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa secara berkelanjutan, tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masing-masing wilayah.
Selain kegiatan utama di ruang terbuka, kegiatan juga diisi dengan Seminar Nasional Hari Desa, yang menjadi ruang diskusi strategis bagi pemerintah daerah, akademisi, perangkat desa, serta pemangku kepentingan lainnya, untuk berbagi gagasan dan pengalaman terkait penguatan peran desa dalam pembangunan.
Dalam forum tersebut dibahas beragam isu, mulai dari peningkatan kapasitas pemerintahan desa, pengelolaan potensi ekonomi lokal, hingga strategi pelestarian budaya dan lingkungan di tengah arus modernisasi.
“Potensi Desa Pulau Sapi ini sangat kaya dan penuh nuansa budaya yang membanggakan, sehingga harus terus mendpat dukungan dari berbagai pihak, terutama dari sektor promosi potensi pariwisata”, ujar Zainal.
Gubernur juga memandang desa Pulau sapi cocok menjadi objek pembangunan, termasuk sebagai subjek yang memiliki peran aktif dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional kedepan.
Peringatan kali ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah desa, serta mendorong desa-desa di Kaltara untuk terus berinovasi, mandiri, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri budaya yang dimiliki. (SMO)










