EQUATOR-TV, SEPAKU – Sekitar 300 relawan lingkungan, hutan, dan pegunungan turun langsung ke lapangan dalam aksi gerakan kebersihan kawasan wisata di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Aksi ini menjadi wujud nyata semangat menjaga alam, khususnya di kawasan IKN yang tengah berkembang sebagai kota masa depan.
Sejumlah lembaga dan korporasi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Otorita IKN, Bank Indonesia, Mayora Group, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Para relawan bersama-sama memungut sampah di sejumlah destinasi wisata alam, pada Sabtu (7/2/2026).
Gerakan ini mengusung tajuk Gerakan ASRI di IKN, sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sekaligus pelaksanaan instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan ASRI.
Tidak sekadar bersih-bersih, kegiatan ini juga bertujuan mengajak masyarakat membangun kebiasaan berwisata yang lebih bertanggung jawab dan peduli lingkungan. Tiga lokasi wisata menjadi sasaran aksi, yakni Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Batu Dinding. Ketiga spot wisata alam pegunungan tersebut dikenal memiliki potensi wisata yang terus berkembang, sehingga kebersihan kawasan dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan kelestariannya.
Keterlibatan Otorita IKN dan berbagai lembaga dalam aksi bersih-bersih di Air Terjun Tembinus ini, juga melibatkan pegawai, komunitas, serta masyarakat sekitar.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa aksi ini membawa pesan edukasi bagi para pengunjung.
“Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan berbagai destinasi wisata alam yang dapat dikunjungi dengan cara yang bertanggung jawab, salah satunya melalui aksi membersihkan sampah,” ujarnya.
“Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden melalui gerakan ASRI yang bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional,” imbuhnya.
Selain memungut sampah, Mayora Group juga turut menyerahkan tempat sampah terpilah di setiap titik kegiatan. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pengunjung membuang sampah sesuai jenisnya, sekaligus membiasakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Hampir 300 relawan terlibat dalam aksi tersebut, mulai dari pegawai Otorita IKN, masyarakat sekitar, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perwakilan Bank Indonesia, PT ITCI Hutani Manunggal, ASN Kementerian Kesehatan, hingga Grup 4 Kopassus.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi gambaran semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan di kawasan Nusantara.
Melalui gerakan ini, Otorita IKN berharap budaya berwisata yang bertanggung jawab semakin tumbuh, seiring pembangunan Nusantara sebagai kota masa depan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.(SMO)










