EQUATOR-TV, MALINAU – Hubungan Indonesia-Malaysia di Bagian Sarawak dan Provinsi Kalimantan Utara memasuki era baru, setelah Timbalan atau Wakil Menteri Digital Sarawak, Malaysia, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong, melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kaltara.
Kunjungan tersebut disambut Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala bersama beberapa pejabat Forkopimda di perbatasan Long Nawang, guna meninjau langsung fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang di Kecamatan Kayan Hulu.
Kunjungan ini merupakan simbol upaya memperkuat sinergi antara Malaysia dan Indonesia, terkait peningkatan kualitas layanan lintas batas serta konektivitas warga yang berdomisili di masing-masing wilayah perbatasan.
“Untuk lawatan muhibah ini yang penuh makna persaudaraan yang telah lama terjalin diantara dua negara yang serumpun ini. Walaupun kita dipisahkan oleh sempadan negara, hakikatnya jarak antara Long Nawang dan negara Serawak ini hanyalah 40 km,” ujar Wilson.
Wilson didampingin istri dan sejumlah pejabat Malaysia, mengamati secara detail kondisi sarana dan prasarana PLBN Long Nawang, dimana keberadaannya memberikan peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi, sosial, serta kekuatan hubungan masyarakat lintas negara.
Ia mengaku terkesan dengan kesiapan Indonesia khususnya di Kaltara yang telah membangun PLBN dengan fasilitas yang dianggap lengkap dan cukup memadai.
Pembangunan PLBN di Indonesia ini akan disampaikannya ke pihak pejabat kerajaan Malaysia sebagai rujukan, agar negara tetangga tersebut dapat menyesuaikan infrastruktur serupa di perbatasan.
Di Malaysia sendiri diakuinya baru sebatas perencanaan, tetapi ia optimis akan mempercepat koordinasi melalui tingkat pusat pemerintahan Malayaia terkait pembangunan PLBN tersebut.
Dengan pembangunan PLBN ini, pergerakan masyarakat antara Long Nawang dan Kapit akan lebih mudah dan berdampak besar bagi kemajuan ekonomi kedua negara.
Selain sebagai pintu keluar masuk negara, PLBN di Sarawak juga akan dikembangkan sebagai pusat ekonomi terpadu, mencakup fasilitas perdagangan dan layanan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan rombongan dari Sarawak yang dinilai menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi kedua negara di perbatasan.
Masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Sarawak memiliki kedekatan historis dan kultural sebagai satu rumpun, sehingga membutuhkan perhatian bersama dari kedua negara.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga bagian dari Kabupaten Malinau sangat mengapresiasi sekali dan berterimakasih sekali atas kunjungan tamu Serawak, Bapak Wilson didampingi para wakil menteri”, ujar Ingkong
“Beliau sengaja melihat bagaimana perkembangan di daerah perbatasan khususnya, dimana pembanguan PLBN, Pemerintah Indonesia telah mewujudkan komitmennya pada masyarakat perbatasan dan mereka juga sudah berupaya memenuhi keinginan dan harapan masyarakat Serawak yang bisa serumpun, mengharapkan pembangunan PLBN, “imbuh ingkong
Harapan masyarakat perbatasan di kedua sisi adalah sama, yakni adanya perhatian dan pembangunan yang seimbang.
Pertemuan ini juga diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan PLBN di Sarawak. Jika fasilitas PLBN di kedua negara terbangun optimal, akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan sistem perdagangan yang lebih tertata dan legal.
Selain itu, PLBN Long Nawang dinilai memiliki posisi strategis dan konektivitas penting, termasuk akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selanjutnya, aspirasi dan rencana kerjasama yang dibahas dalam kunjungan tersebut, akan diperjuangkan melalui pemerintah masing-masing.(SMO)










