EQUATOR-TV, NUNUKAN – Pemerintah Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, menetapkan 14 pelajar dan mahasiswa sebagai penerima Program Beasiswa Desa Cerdas melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Gedung Kelembagaan Desa Aji Kuning, pada Jumat (09/10/2026).
Musyawarah tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, dan pihak terkait lainnya. Program pemerintah ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
Lebih lanjut, hasil musyawarah diketahui membagi sebanyak 8 orang penerima masuk kategori prestasi dan 6 orang lainnya berasal dari kategori kurang mampu. Total anggaran yang dipersiapkan mencapai Rp35 juta, dengan masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp2,5 juta.
Diketahui program Beasiswa Desa Cerdas menggunakan alokasi sebesar 10 persen dari pagu dana desa setiap tahun dan direncanakan berlangsung pada periode 2026–2030 sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Kecamatan Sebatik Tengah, Hasnah, S.IP., M.A.P., menerangkan dalam program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan keberlanjutan pendidikan, terutama bagi generasi muda yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
“Program Beasiswa Desa Cerdas ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di wilayah perbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dana bantuan yang diserahkan diperuntukkan sebagai kebutuhan pendidikan, termasuk pembayaran SPP, uang kuliah, dan biaya daftar ulang. Setiap penerima juga diwajibkan menyerahkan laporan penggunaan dana disertai bukti pembayaran sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Aji Kuning berupaya memperluas pemerataan kesempatan belajar sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga. Pelaksanaannya diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan perbatasan melalui sektor pendidikan. (TY).



