EQUATOR-TV, NUNUKAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), mendorong mahasiswa menciptakan peluang usaha melalui kegiatan Seminar Kewirausahaan dan Pelatihan Pemasaran Digital yang berlangsung di Politeknik Nunukan.
Penanaman jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri dan mulai mempersiapkan diri menjadi wirausahawan sejak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh KNPI Provinsi bekerja sama dengan Politeknik Nunukan, dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Mardiana, sebagai pemateri. Adapun akademisi dari Politeknik Nunukan dan seorang konten kreator asal Kabupaten Nunukan yang turut serta menjadi pemateri yang berkesempatan mengedukasi para peserta.
Lebih lanjut, mahasiswa Politeknik Nunukan dan STIT Ibnu Khaldun yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut memperoleh materi mengenai kewirausahaan serta pemanfaatan pemasaran digital untuk mendukung pengembangan usaha.
Mardiana menjelaskan, bahwa materi yang dibawakannya menitikberatkan pada pengetahuan dasar dan kesiapan yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memulai usaha. Dirinya menilai modal finansial bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan seorang wirausahawan, melainkan membutuhkan kombinasi pembentukan karakter, perencanaan, serta keterampilan mengelola bisnis yang juga perlu dipersiapkan.
“Materinya lebih kepada penguatan bagaimana mengenalkan kepada mahasiswa apa saja bekal yang harus mereka siapkan untuk menjadi calon wirausaha. Mulai dari modal, karakter yang harus dibangun, dasar-dasar usaha, manajemen usaha, hingga dokumen perizinan,” jelasnya.
Ia memandang mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki peluang untuk mengembangkan usaha karena berada dalam tahap membangun karakter, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan kemandirian. Pembekalan sejak dini diharapkan dapat membantu mereka mengenali potensi serta mempersiapkan langkah untuk memulai bisnis.
Respons positif peserta turut mewarnai jalannya seminar. Beberapa mahasiswa diketahui telah merintis usaha sendiri, sementara sebagian lainnya ikut membantu menjalankan bisnis milik keluarga.
Pengalaman menarik juga muncul dalam sesi berbagi cerita, ketika seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa dirinya mampu memenuhi kebutuhan kuliah secara mandiri melalui usaha kecil yang dijalankan.
“Mahasiswa yang hadir sangat antusias menyimak materi. Tentunya mereka mendapatkan pandangan baru terkait bagaimana mempersiapkan diri ke depannya, termasuk menentukan langkah yang harus dilakukan setelah lulus,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki beragam pilihan dalam menentukan masa depan, mulai dari menjadi aparatur, tenaga profesional, hingga pengusaha. Apa pun pilihan yang diambil, perencanaan dan persiapan sejak masa kuliah diperlukan agar mereka memiliki arah yang jelas setelah lulus.
“Intinya, bagaimana mahasiswa mulai memikirkan ke depan, apa yang ingin mereka lakukan setelah menyelesaikan pendidikan, apakah menjadi wirausahawan, profesional, aparatur, atau memilih bidang lainnya. Semua perlu dipersiapkan sejak sekarang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Mardiana berharap mahasiswa semakin terdorong untuk mempertimbangkan kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan. Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak harus selalu berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai pencipta lapangan pekerjaan. (TY).



