EQUATOR TV-BULUNGAN – SMA Unggul Garuda Bulungan menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) dalam rangka memperingati satu tahun capaian pembangunan sekaligus perjalanan penyelenggaraan sekolah tersebut.
Kegiatan ini berlangsung di kompleks SMA Unggul Garuda Bulungan, Jalan Poros Nasional, RT. 15, Tanjung Selor, pada Sabtu (17/10/2026), yang dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek Adi Nuryanto, S.T., M.Τ., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltara Hasanuddin, S.Pd., M.Si., Mewakili Gubernur Kaltara, serta unsur Forkopimda lainnya.
Dalam wawancaranya, Kadisdikbud Hasanuddin menyampaikan pentingnya sinergi antara dinas pendidikan provinsi dan kabupaten agar masyarakat Kaltara tidak melewatkan kesempatan pendidikan di sekolah tersebut.
“Jadi kita sudah koordinasi dengan teman-teman karena wilayah sekolah menengah pertama itu ada di kabupaten, jadi kewenangan teman-teman di Dinas Pendidikan Kabupaten, kita menghimbau kepada semua siswa-siswi, Bapak Ibu guru, kita tidak bisa jadi penonton di negeri sendiri”, ungkapnya.
Ia kemudian memaparkan data pendaftaran yang menunjukkan bahwa minat dari luar daerah cukup tinggi, sementara warga lokal yang sudah menyelesaikan pendaftaran masih relatif sedikit.
“Adik-adik sudah dengar tadi berapa pendaftarnya, Hampir 1000, dan berapa yang sudah mendaftar dari Kalimantan Utara 200, berapa yang sudah menyelesaikan aplikasinya baru 20 kalau tidak 40”, tambahnya.
Karena itu, ia mendorong dinas pendidikan kabupaten dan sekolah tingkat pertama untuk lebih aktif mengajak siswa agar tidak kalah bersaing dengan pendaftar dari luar daerah.
“Itu artinya kita terus memacu pada teman-teman di satuan pendidikan yang di bawah Dinas Pendidikan yang membawa SMP, madrasah agar tidak bisa lagi santai karena memang ini ketat, ini luar biasa memang jadi dia tidak melihat latar belakang ini anak siapa, apa dan sebagainya”, ujarnya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa standar penerimaan di sekolah ini sangat jelas dan tidak bisa ditawar, baik dari sisi nilai akademik maupun prestasi lainnya.
“Intinya satu, contoh nilai misalnya harus konsisten 85 minimal, itu dipegang, dan Bahasa Inggris harus 85, enggak ada tawar-menawar di sana, prestasi akademik dan non akademik” tutupnya.(NA)



