EQUATOR-TV, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM), melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bulungan bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Tanjung Selor, yang berlangsung di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor, Bulungan, pada Rabu, (21/10/2026).
Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Pangan Sedunia, sekaligus HUT ke-236 Tanjung Selor dan HUT ke-66 Kabupaten Bulungan.
Melalui program ini, harga berbagai kebutuhan pokok disubsidi sehingga dijual sekitar 20% lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Dalam wawancaranya, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. mengungkapkan bahwa kegiatan ini direncanakan berlangsung serentak, khususnya di wilayah Kelurahan Tanjung Selor Hulu.
“Tentu ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan rencananya serentak hari ini, namun tadi pagi juga mendapatkan update bahwa melalui Kementerian Pertanian ada kegiatan yang bersama dengan Bapak Presiden tapi ini sudah kita tetap laksanakan di Kabupaten Bulungan khususnya di wilayah Kelurahan Tanjung Selor Hulu”, ungkapnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan, dimana pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.
“Melalui kegiatan gerakan pangan murah juga bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan, bahwa Dinas Ketahanan Pangan, Bulog hadir dan juga bisa berbagi dan bisa membantu warga masyarakat kita untuk melalui kegiatan gerakan pangan murah yang kita laksanakan hari ini”, ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini, yaitu menjamin ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga kestabilan harga di masyarakat.
“Yang pasti menjamin ketersediaan pasokan 9 bahan pokok, yang kedua menjaga stabilitas harga, kita yakin karena memang gerakan pangan murah ini tidak mungkin setiap hari kita laksanakan, tapi dalam momentum hari ini, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh warga masyarakat di Kelurahan Tanjung Selor Hulu”, ucapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini, karena harga yang ditawarkan dipastikan lebih terjangkau dibandingkan di pasar biasa.
“Agar benar-benar bisa hadir dan berbelanja di melalui gerakan pangan murah karena kita pastikan harganya yang diperjualbelikan di dalam gerakan pangan murah ini, dibawah harga pasar”, tutupnya.
Sementara itu, Nurmia dan Nurhana, warga yang berbelanja, mengatakan bisa membeli kebutuhan harian dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
“Tadi yang kami beli ada beras, telur, gula, minyak, itu aja sih. Harganya lebih murah dibanding pasar ya lumayan lah, perbandingannya sekitar 10 ribuan ke atas, kurang lebih itu, kalau di pasar telur sekarang kan 56 ribu tergantung besarnya juga sih kalau disini cuma 40 ribuan”, ungkapnya.
Mereka pun mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, dan berharap agar Gerakan Pangan Murah bisa diadakan lebih rutin lagi di masa mendatang.
“Dan ini sangat membantu sekali, karena harganya lebih murah dan terjangkau, daripada di pasar. Harapan kami, mudah-mudahan selanjutnya bisa dilebih, lebih dijadwalkan lagi lah untuk kepentingan kita, soalnya bisa itu tiga kali sebulan lah, Mbak, kalau bisa”, tutupnya.(NA)


