EQUATOR – TV.COM -TARAKAN Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Jufri Budiman meminta Pertamina Patra Niaga mencarikan solusi atas persoalan antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Hal itu disampaikan Jufri Budiman kepada awak media usai menemui pihak Pertamina Patra Niaga di Berau, belum lama ini. Anggota DPRD Kaltara Fraksi Gerindra ini turut prihatin terhadap antrean panjang yang kerab terjadi di SPBU di Tanjung Selor, Kab.Bulungan.
Namun bukan hanya di Bulungan Saja, antrean BBM juga terjadi hampir di seluruh SPBU di Kaltara, termasuk di Tarakan. Kondisi ini dinilainya sudah sering terjadi.
“Saya menyampaikan hal tersebut terkait dengan kelangkaan, panjangnya antrean, saya bertanya ada apa dan kenapa sampai bisa terjadi antrean yang sangat panjang ?,”ujar Jufri Budiman
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltara ini mengaku sulit menerima jika Pertamina Patra Niaga beralasan karena distribusinya terganggu dampak pengerjaan jalan dari Berau menuju Bulungan, karena kegiatan ini baru saja dikerjakan. Sedangkan sepengetahuan Jufri Budiman, antrean sudah terjadi sejak ia menjadi anggota DPRD Kaltara.
“Saya bilang, tolong dicari ini solusinya. Kalau memang kurang alokasinya, tolong ditambah. Jangan dikurang-kurangi,” ungkapnya.
Namun, pengusaha minyak bumi dan gas (migas) di Kaltara ini juga bisa memaklumi tugas Pertamina Patra Niaga yang hanya sebagai operator terkait penambahan alokasi. Kebijakan atau keputusan ada pemerintah pusat.
Namun, ia tetap meminta Pertamina Patra Niaga mencari tahu di mana akar persoalan yang menyebabkan antrean panjang.

“Kalau terkait dengan kelangkaan saya bilang tolong cek, ini yang salah di mana, pemilik SPBU apa siapa?,” pintanya.
Jufri Budiman juga tidak berhenti sampai di sini memperjuangkan solusi terhadap persoalan tersebut. Iya juga berencana menyampaikan persoalan ini saat rapat kerja dengan pihak terkait lainnya, seperti kelangkaan BBM, Antrean Panjang sampai Permasalahan Truk yang mengantri menggunakan BBM Subsidi yang mana seharusnya menggunakan BBM Industri.










