Tarakan – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tarakan baru saja menggelar kegiatan Bimbingan Kepribadian bertema “Pasca Rehabilitasi” pada Kamis – Jumat (27 – 28/10).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya oleh Bapas dalam rangka melakukan prinsip pendampingan dan pengembangan layanan Pasca Rehabilitasi sehingga dapat memberikan petunjuk yang jelas dan terarah untuk pencapaian tujuan pemulihan.
Acara dihadiri oleh 11 orang Klien Pemasyarakatan mantan pengguna narkotika beserta keluarganya. Bimbingan Kepribadian ini terselenggara dengan kolaborasi apik antara Bapas Tarakan dengan Yayasan Selamatkan Kita (SEKATA) Cabang Kalimantan Utara. Turut pula hadir dalam acara Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan.

Pelaksanaan hari pertama diawali dengan pembukaan secara resmi oleh PLH Kepala Bapas Tarakan, Arusmen Simbolon. “Saya berharap Klien Pemasyarakatan dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Terkhusus pada Klien Pemasyarakatan yang telah hadir bersama keluarga, semoga keluarga mampu menjadi support system mendukung upaya untuk pulih. Semoga dengan kegiatan ini dapat menjadikan Klien pulih dan menjauhkan dari perbuatan hukum yang dahulu pernah dilakukan,” harap Arusmen.
Materi hari pertama disampaikan oleh Herry Purwanto, konselor adiksi, tentang proses penggunaan dan peran keluarga dalam proses pemulihan. “Penyalahgunaan narkoba mempunyai dampak yang berat, seperti relasi antar manusia terganggu dan tidak harmonis. Keluarga bisa menjadi tempat untuk mendapatkan pertolongan. Jika lingkup terkecil tidak dapat memberi pertolongan, mintalah tolong pada lingkup yang lebih besar,” tegasnya.
Materi hari kedua tentang personal branding yang diisi oleh Fanny Sumajouw, psikolog. “Jangan pernah merasa kecil, yang terpenting adalah bagaimana kamu melihat dirimu. Bangun kepercayaan dirimu untuk menciptakan personal branding. Cara berdamai dengan diri sendiri adalah terima dan maafkan. Segala sesuatu yang sudah terjadi tidak lagi dalam kendalimu. Gunakan energimu untuk focus hari ini dan di sini, simpan untuk masa depan,” terang Fanny.
Sesi terakhir dalam acara bimbingan kepribadian ini adalah konseling. Klien dipersilahkan untuk konsultasi kepada para pemateri SEKATA. Para Klien terlihat antusias mengikuti sesi ini. Mereka saling bergantian untuk mendatangi pemateri untuk berkeluh kesah dan bertanya tentang apa saja yang mereka rasa dan resahkan. Salah satu Klien berinisial RR yang berkonsultasi mengeluhkan bahwa dirinya merasa insomnia disebabkan karena pikirannya masih tertinggal di kehidupan penjara. Fanny mempersilahkan RR untuk datang ke SEKATA di luar forum agar mendapat pertolongan yang tepat.

Menutup acara Bimbingan Kepribadian, PLH Ka.Bapas Tarakan, Arusmen Simbolon mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan. “Terima kasih atas kerja sama dengan Yayasan SEKATA hari ini, semoga memberikan manfaat pada klien kami, baik bagi dirinya sekarang maupun nanti. Dan kepada seluruh peserta terima kasih telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Ingat apa yang sudah dilakukan dahulu dan apa dampaknya,” tutupnya. (ETV02)












