EQUATOR-TV.COM, BALIKPAPAN – Rangkaian RAPIMNAS – PII (Persatuan Insinyur Indonesia, yang digelar sejak 20 Januari hingga 22 Januari 2023 kemarin, berakhir dengan penuh kesan. Kegiatan ini diakhir dengan melakukan kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara serta proyek kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, pada hari Minggu (22/1/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Rapimnas PII, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa pembangunan IKN yang mengusung konsep kota cerdas dengan memerhatikan lingkungan dan energi terbarukan, sudah wajib dipikirkan untuk mengembangkan transportasi cerdas di masa depan. “Ini menjadi pengalaman yang berharga, untuk kita bisa sama-sama mengembangkan konsep smart transportation ke depannya untuk di IKN,” ujar dia. Statement ini

disampaikan Hetifah pada saat kunjungan, dimana ada sedikit kendala terkait Bus yang ditumpangi oleh para rombongan Peserta Rapimnas. Bus mogok dalam perjalanan, namun sejatinya itulah kendala yang seringkali dihadapi terkait masalah transportasi di wilayah Kalimantan Timur. Namun, berkap kesigapan team panitia, para peserta dapat segera dipindahkan ke bus yang lain.
Setibanya di lokasi Tugu Titik Nol IKN, rombongan Peserta Rapimnas disambut dengan hangat oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa. Kedatangan rombongan PII ke Titik Nol IKN dan juga lokasi Istana Negara serta Bendungan Semoi Dua akan memberikan gambaran secara jelas, progres pembangunan IKN Nusantara, ujar Bupati PPU yang kawasannya sebagian besar nantinya akan dijadikan sebagai ibu kota.
Lebih jauh Hamdam juga menyampaikan, merasa sangat terhormat atas kedatangan para tamu dari pengurus pusat PII yang berlatar belakang insinyur dengan profesi beragam ini.
“Ini suatu kebanggaan, karena tidak hanya para insinyur yang datang, tapi juga ada profesor, akademisi, bahkan Bupati Aceh Timur bisa hadir di IKN ini,” ujarnya dalam sambutannya.
Hamdam juga menerangkan, bahwa IKN sejatinya berada di antara Kabupaten PPU dan juga Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, pusat pemerintahan dan sebagian besar zona utama IKN berada di wilayah administrasi PPU. Sehingga, beberapa pelayanan publik untuk masyarakat masih tetap dibawah kendalinya.
Sedangkan, untuk urusan investasi dan juga progres pembangunan, saat ini telah berada di bawah Badan Otorita IKN, yang dipimpin oleh Bambang Susantono.
“PPU nantinya tetap akan menjadi interland untuk IKN. Serta daerah penyangga utama,” jelas Hamdan.
Sekretaris Jenderal PII-Bambang Goeritno dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan, sebuah pengalaman berharga bisa membawa rombongan yang cukup banyak ke lokasi Titik Nol IKN. Terlebih yag dibawa adalah para insinyur. PPI melalui Deklarasi Balikpapan telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam perencanaan dan operasional IKN. Agar pembangunan tepat waktu, tepat mutu, dan efisien.
“Semoga IKN ini akan menjadi contoh dalam membangun sebuah kota yang baik sesuai rencana kita. Kita ingin membangun sebuah kota yang cerdas, yang bisa memberikan kenyamanan dan fungsi optimal untuk masyarakatnya,” tambahnya.*

(ETV01)










