EQUATOR-TV, TARAKAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, gelar kegiatan Forum Pengurangan Resiko Bencana, pada Kamis pagi (01/08/2024), bertempat di Ruang Imbaya, Pemkot Tarakan.
Forum diskusi yang mengambil tema : “Kolaborasi Secara Pentahelik Mewujudkan Ketangguhan Kota Tarakan Dalam Menghadapi Bencana” kali ini, dibuka langsung oleh PJ.Wali Kota Tarakan-Dr.Bustan, M.Si dan dihadiri Kepala BPBD Kota Tarakan-Yonsep, SE, M.P.A, serta berbagai perwakilan instansi lainnya.
Dalam sambutannya, PJ Wali Kota Tarakan menyinggung soal pengurangan risiko bencana jangka pendek. “Kita akan fokus pada upaya penguatan sistem peringatan dini, pelatihan dasar untuk petugas tanggap darurat dan masyarakat, serta sosialisasi tentang tindakan yang harus diambil dalam menghadapi bencana. Saya berharap semua pihak dapat memberikan masukan yang konstruktif dan ide ide inovatif”.
“Saya juga sangat mendukung partisipasi aktif masyarakat dalam setiap langkah perencanaan dan pelaksanaan. Partisipasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memperkuat jaringan sosial yang dapat sangat berguna dalam situasi darurat”, ujarnya.
Selain itu, di forum diskusi kali ini, juga dihadirkan para pemateri, yaitu dari Universitas Borneo Tarakan-Dr.Muhammad Amien H., S.Pi., M.Si, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Prov.Katara-Zainudin, S.Hut, serta Kepala Markas PMI Prov. Kaltara-Amrin, S.E.
Narasumber pertama, Muhammad Amien menyinggung soal konsep pentahelik yang digaungkan dalam tema kali ini, tak hanya melibatkan 3 unsur saja, yaitu pemerintah, masyarakat serta akademisi saja, namun keterlibatan dalam hal informasi dalam potensi ancaman bahaya, pra bencana, saat bencana dan pasca bencana, konsep pentahelik kian berkembang, dengan menambahkan unsur LSM dan media didalamnya, dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan lebih berkembang lagi.
Pembicara kedua dari BPBD Kaltara, Zainudin menyoroti masalah Mitigasi di usia dini/remaja terkait ancaman disekitar mereka bila ada ancaman bencana. “Hasil survey di Jepang, menyebutkan prosentase korban selamat : 34.9% adalah diselamatkan oleh diri sendiri, penyelamat dari keluarga 31.9%, pertolongan tetangga 28.1%, dan penyelamatan oleh regu penyelamat prosentasenya hanya 5% saja. Oleh karena itu, menyiapkan 1 tas khusus, juga perlu sekiranya disiapkan, yang berisi segala dokumen penting dan beberapa baju. Jadi mindset bahwa penanggulangan bencana itu adalah tanggungjawab pemerintah, harus dirubah. Kewaspadaan dari diri sendiri adalah hal yang utama”, ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan acara pembentukan team formatur, guna penyusunan personil struktur pengurus Forum-PRB (Pengurangan Resiko Bencana) Kota Tarakan.










