EQUATOR-TV, TARAKAN “Anak Terlindungi Indonesia Maju”, adalah tema yang diusung dalam Peringatan Hari Anak Nasional Ke-40 tahun 2024, yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tarakan, pada Sabtu pagi (02/08/2024), bertempat di Ruang Serbaguna, Pemkot Tarakan, Kalimantan Utara.
Hadir sekaligus membuka peringatan kali ini, PJ.Wali Kota Tarakan-Dr.Bustan, SE, M.Si, dan juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)-Hasman Parigi, SE, serta perwakilan Forkopimda lainnya, yang turut memeriahkan suasana perayaan yang digelar sejak pagi hari.
Dalam laporannya, Alsa Salsabila selaku Ketua Forum Anak (Fatar) Kota Tarakan periode 2024-2025, yang juga sebagai sekaligus sebagai Ketua Panitia Peringatan Hari Anak Nasional, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya peringatan yang melibatkan lebih dari 475 undangan, terdiri dari Forkopimda Kota Tarakan, PKK, Para Camat/Lurah, Pertamina EP, Medco, BRI, Bankaltimtara, dan para undangan lainnya, serta perwakilan pelajar dari seluruh sekolah yang ada di Kota Tarakan, Forum Anak Kota Tarakan, instansi baik negeri maupun swasta lainnya, serta unsur media.
PJ.Wali Kota Tarakan, dalam peringatan kali ini, mengatakan bahwa, “Hari ini adalah momentum yang sangat penting bagi kita semua, karena merayakan keberhasilan kita dalam melindungi hak-hak anak, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas. Ada 79.4 juta anak atau 28.8% dari jumlah penduduk saat ini, memegang peranan penting dalam pembangunan negara. Anak adalah generasi emas, sehingga tanggung jawab kita adalah memastikan mereka tumbuh dengan aman dan penuh kasih sayang”, ujar Bustan. Pemerintah juga telah bekomiten memberikan perlindungan pada anak anak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, yang melindungi hak-hak anak, dan memastikan anak-anak berkembang secara optimal melalui 5 kluster yang ada.
Para perwakilan pelajar dari berbagai sekolah juga diberikan kesempatan untuk berdialog, menyampaikan aspirasinya langsung kepada PJ.Wali Kota dan dinas-dinas terkait, untuk menyampaikan pertanyaan maupun keluhannya. Sebagaimana yang disampaikan salah seorang perwakilan siswa SD, yang ingin jumlah taman anak di Kota Tarakan diperbanyak. Berbeda dengan perwakilan siswa SMP, yang menyampaikan sarannya kepada pihak kepolisian, agar bisa menegur para orang tua yang tidak menggunakan helm saat menjemput anaknya, serta melakukan razia kendaraan bermotor bagi anak-anak sekolah yang belum cukup umur dan juga pembuatan Zebra Cross di area salah satu SMP di Kota Tarakan. Demikian juga aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan siswa SLB Tarakan, yang mempertanyakan apakah lulusan SLB bisa seperti anak lulusan sekolah lain dalam hal mendapatkan kesempatan kerja. Menjawab keresahan para anak ini, PJ. Wali Kota, bersama instansi terkait, akan berupaya untuk memenuhi permintaan dan aspirasi dari anak-anak tersebut.
Dalam wawancaranya dengan Equator TV, saat disinggung soal PR besar apa yang dirasakan oleh pemerintah yang belum terpenuhi sepenuhnya, khususnya soal pemenuhan hak-hak anak, PJ.Wali Kota menjelaskan “Yang jelas, semasa kepeminpinan saya di awal-awal adalah terkait eksploitasi anak, dibawah umur yang dipekerjakan yang kita tahu. Saya minta perangkat daerah yang membidangi, terus melakukan pemantauan terhadap anak-anak, yang pada saat jam istirahat/jam tidur masih bekeliaran diluar rumah, segera kita amankan dan kita bina, kita kembalikan pada orang tua untuk pembinaannya”, ujar Bustan. Demikian juga halnya terkait persoalan pelecehan seksual pada anak-anak, PJ Wali Kota menegaskan bahwa, “Kita terus melakukan edukasi, sosialisasi terkait kekerasan dan pelecehan seksual pada anak, dan juga beberapa hal lagi terkait kelainan seksual. Saya minta kepada semua jajaran, mulai Dinas Pendidikan dan Dinas terkait lainnya, untuk terus melakukan pemantauan, melakukan identifikasi dan terus mencarikan solusi melalui program-program perangkat daerah, guna mengatasi masalah tekait tumbuh kembangnya anak, supaya Indonesia Emas 2024 dapat kita capai, dengan bersinergi dan berkolaborasi membangun anak sejak usia dini” tutupnya.
Acara ini selain dimeriahkan dengan acara senam bersama, juga ditampilkan berbagai pertunjukan, tarian dan beragam permainan lainnya dari anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kota Tarakan (Fatar), binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kota Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).









