EQUATOR TV, TANJUNG SELOR – Dalam rangka mewujudkan visi-misi Gubernur Kaltara dan menciptakan SDM yang berdaya saing, Disdikbud Kaltara gelar pendidikan dan pelatihan bahasa Mandarin, bagi para guru SMA dan SMK di Kabupaten Bulungan pada Sabtu pagi (24/08/2023).
Dalam kegiatan ini, turut hadir Wakil Dekan Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang-Dr.Edy Hidayat, S.Pd.M.Hum, serta para tenaga pengajar bahasa Mandarin, yang juga didatangkan dari Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kaltara-Drs.Teguh Henri Sutanto,M.Pd, dalam kesempatan pidatonya menjelaskan, bahwa tujuan diadakannya kursus bahasa Mandarin bagi guru-guru SMA dan SMK kali ini, adalah untuk menyiapkan sumber daya manusia menyambut adanya investasi-investasi di Kaltara. Pada tahap awal, Disdikbud akan melatih guru-guru SMK dan SMA di Kab.Bulungan, agar dapat memahami dan mengerti berbahasa Mandarin. “Mereka akan kami ikutkan latihan/kursus berbahasa Mandarin sampai mencapai level tertentu, kemudian jika guru-guru telah menguasai bahasa tersebut, nantinya akan di salurkan kepada siswa-siswi sekolah SMA dan SMK yang ada di Kaltara,” ujarnya.
Rencana kegiatan ini, sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun 2021 lalu, namun terhalang oleh beberapa kendala, sehingga pada tahun 2024 baru saja berhasil kami laksanakan.
Selanjutnya, pengembangan berbahasa Mandarin ini, secara bertahap akan dilaksanakan juga bagi semua satuan pendidikan yang ada di Kaltara, dan juga rencana akan dimasukkan kedalam kurikulum sekolah, sehingga wajib bagi Sekolah jenjang SMA dan SMK untuk pelajaran berbahasa Mandarin ini.
Tidak ingin anak-anak di Kaltara hanya menjadi penonton saja, dari besarnya investasi yang masuk, selain skill, kemampuan dalam berbahasa asing juga menjadi modal penting untuk bersaing di industri saat ini.
Untuk kedepannya ada banyak program jangka panjang oleh Disdikbud Kaltara, sehingga berharap para guru yang telah dilatih nanti, akan betul-betul serius bila mengikuti proses seleksi yang menggunakan bahasa Mandarin, agar Kaltara tidak lagi tertinggal (DK).










