EQUATOR, TV TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara mengadakan perlombaan bermain dan berolahraga tradisional, pada Kamis pagi (29/08/2024), bertempat di lapangan Ahmad Yani Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Kegiatan perlombaan tersebut diikuti oleh beberapa sekolah SMA dan SMK se-Kaltara, yang diperkirakan mencapai 373 siswa-siswi dari 31 sekolah yang ada.
Dalam kompetisi tersebut, ada enam olahraga tradisional yang diperlombakan, yaitu perlombaan sumpit putra, tarik tambang, bakiak putri, karung estafet putra dan putri, serta engkrang estafet putra. Tampak hadir pula para guru dari perwakilan sekolah yang ada, sebagai pendamping siswa-siswi yang mengikuti perlombaan kali ini.
Dalam wawancaranya dengan tim liputan, perwakilan panitia dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kaltara-Yoel Yerman, S.Th, menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini. “Tujuan diadakannya kegiatan perlombaan tradisional antar sekolah ini, karena sudah masuk ke 3 tahun pelaksanaannya, tujuannya itu memperkenalkan warisan budaya Indonesia dalam hal ini adalah permainan dan olahraga tradisional, diantara sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK di Kaltara, “ujarnya.
“Dan tujuan ini sebenarnya untuk mengajar dan mendidik, serta membangkitkan semangat gotong royong, kerjasama serta pantang menyerah, dan itu dapat dipelajari dari permainan tradisional ini”, imbuh Yoel.
Tampil sebagai Juara I diberbagai kategori perlombaan kali ini, antara lain : Juara I untuk kategori Sumpit Tradisional, berhasil diraih oleh SMAN 1 Tanjung Palas Utara, Lari Karung Estafet untuk putra dimenangkan oleh SMAN 1 Malinau dan untuk putri diraih oleh SMKN 1 Tanjung Selor. Kemudian juara 1 Egrang Estafet untuk putra, berhasil dimenangkan oleh SMAN 8 Malinau, dan Bakiak untuk putri diraih oleh SMKN 2 Tarakan, serta Tarik Tambang Putra diraih SMKN 3 Tanjung Selor. Dan untuk kategori Juara Umum sendiri, berhasil diraih oleh SMAN 8 Malinau.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kaltara, berharap masyarakat Kalimantan Utara makin mengenal kualitas budaya tradisional, karena memiliki makna yang baik bagi kehidupan yang ada di Indonesia, khususnya bagi Kalimantan Utara.
Oleh karenanya, terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat budaya tradisional yang ada, dengan cara membuat kompetensi tradisional antar sekolah tingkat SMA dan SMK se Kaltara.










