EQUATOR-TV, TARAKAN Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Mako Polres Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Senin malam (24/02/25), sekitar Pk.23.00 wita. Sekelompok orang berjumlah 37 orang, yang diduga adalah anggota TNI melakukan pengeroyokan dan perusakan di Kantor Polres Tarakan. Kejadian ini berawal dari konflik antara anggota TNI dan Polri tersebut, di sebuah kafe yang berujung pada aksi balasan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Aksi pengeroyokan dan perusakan Pos Penjagaan Polres Tarakan ini dipicu oleh kejadian pada Sabtu malam (22/02/25) pada saat PRS dan rekannya, ND, mengunjungi sebuah kafe di jalan Sulawesi Tarakan. Kemudian, saat hendak keluar dari kamar mandi, yang bersangkutan tidak sengaja bersenggolan dengan seorang anggota Polres Tarakan, BP. Percekcokan pun tak terhindarkan hingga berujung pada baku hantam. Insiden ini semakin memanas ketika beberapa anggota Polres lainnya ikut mengeroyok PRS hingga tersungkur.
Merasa tidak terima atas dengan kejadian tersebut, upaya mediasi sempat dilakukan antara kedua belah pihak. Namun, kesepakatan yang semula yang telah disepakati, justru menjadi pemicu ketegangan baru, dimana salah satu anggota Yonif yang merasa tersinggung oleh pernyataan dari pihak Polres, memicu kemarahan puluhan anggota lainnya, sehingga Senin malam (24/02/25), memutuskan untuk mendatangi Polres Tarakan. Tanpa banyak perbincangan, mereka langsung melakukan pengeroyokan dan pengrusakan fasilitas di Pos Penjagaan Polres Tarakan.
Hingga berita ini direlease, Tim Liputan masih menunggu konfirmasi dari pihak Kapolres Tarakan. Pasca kejadian ini, diharapkan dari kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan ini secara profesional guna menjaga stabilitas keamanan di Kota Tarakan agar tetap kondusif (RK)










