EQUATOR-TV, TARAKAN – Arus mudik di Pelabuhan SDF Tengkayu I Tarakan mulai mengalami lonjakan seiring dengan libur panjang yang dimulai pada 29 Maret 2025. Kepadatan pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kabupaten dan kota di Kaltara, mulai terlihat di pelabuhan tersebut.
Aan, salah seorang pemudik asal Samarinda, mengungkapkan kesannya terkait arus mudik kali ini. “Kalau saya lihat ini ya mba, sudah mulai penuh ya, karena mungkin swasta tanggal 29 liburnya. Alhamdulillah tadi penerbangan dari Samarinda menuju Tarakan aman lancar aja sih. Mungkin di pelabuhan ini aja tingkat arus mudiknya yang ramai. Tapi saya udah dapat tiket speed, alhamdulillah aman,” ujarnya.
Meski ramai, Aan menyebut harga tiket speedboat menuju Nunukan masih terbilang stabil. “Kalau menurut saya stabil sih (harga tiket speed), karena ada yang ngasih harganya masih kurang lebihlah seperti itu mba,” katanya.
Namun, sebagai pemudik yang rutin melakukan perjalanan serupa setiap tahun, ia berharap ada perbaikan dalam sistem layanan di pelabuhan, khususnya dalam pembelian tiket. “Kalau menurut saya, untuk kedepannya karena saya udah dari tahun-tahun selalu mudik, mungkin kedepannya lebih ditertibkan lagi. Kalau bisa, kita beli tiket speednya secara online saja lah mba, takutnya nanti delay pesawat saya kan, jadi kita maunya langsung ke kesana lagi biar nggak ada jeda lagi,” tuturnya. Dengan lonjakan jumlah pemudik, menurutnya penerapan sistem tiket online, bisa menjadi solusi untuk mengurangi antrean dan memastikan kenyamanan perjalanan bagi para penumpang.
Di sisi lain, Yosua salah seorang Agen Tiket Speed, menyebutkan bahwa rute Malinau, Nunukan dan Sungai Nyamuk, adalah rute tujuan terpadat di Kaltara. “Disitu tuh ada 7 rute, setiap rute tuh berbeda-beda yang jelas. Rute yang paling banyak diminati, dari Malinau, Nunukan dan Sungai Nyamuk. Dari tahun lalu (Malinau) yang jelas ada peningkatan. Setiap tahunnya, seperti data historis juga memang setiap tahun ada peningkatan di rute-rute yang saya sebutkan tadi,” ujar Yosua.
Saat ditanya soal apa antisipasi yang dilakukan pihak agen, Yosua menuturkan, “Kita paling ya menambah kapasitas dan menambah rute keberangkatan. Itupun kalau disetujui oleh pemerintah setempat,” tutupnya.(RK)










