EQUATOR-TV, BULUNGAN – Penyelenggaraan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2025, akan digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara pada September 2025 mendatang.
Kegiatan yang digelar untuk memperkuat kontribusi sektor pertanian dan perikanan dalam perwujudan swasembada pangan ini, direncanakan akan berlangsung secara daring melalui platform zoom, guna meningkatkan peran serta petani dan nelayan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa berbasis sektor agraris. PEDA KTNA ke-XI kali ini akan mengusung tema “Melalui Pekan Daerah KTNA ke XI Tahun 2025, Kita Tingkatkan Produksi dan Daya Saing Petani Nelayan Menuju Swasembada Pangan di Kalimantan Utara”.
Terkait rencana kegiatan tersebut, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Nurbaya, S.Si., MP., menjelaskan bahwa giat ini digelar sebagai ajang pertemuan seluruh unsur KTNA dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga kehutanan. “Ini semacam forum pertemuan dengan seluruh unsur KTNA, bukan hanya petani, tetapi juga nelayan dan pelaku kehutanan. “Harapannya, PEDA dapat menjadi sarana konsolidasi sekaligus transfer pengetahuan dan teknologi di sektor ini,” imbuhnya.
Pelaksanaan secara virtual sendiri dipilih sebagai strategi untuk menjangkau peserta dari berbagai wilayah, termasuk yang tidak dapat hadir secara fisik, dimana acara serupa telah sukses dilakukan dalam kegiatan “Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian”, yang berhasil diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
PEDA KTNA juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas kepemimpinan petani-nelayan, adopsi teknologi baru, penguatan kewirausahaan, serta mempererat solidaritas antaranggota komunitas tani dan nelayan. “Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak muda bisa melihat bahwa pertanian itu menjanjikan. Kita ingin mengubah cara pandang bahwa bertani bukan pekerjaan yang kuno atau kotor, tapi bisa modern, produktif, dan berkelanjutan,” tambah Nurbaya.
KTNA sebagai organisasi profesi yang berfokus pada kegiatan sosial ekonomi di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, memiliki peran penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Diharapkan, PEDA KTNA 2025 dapat menjadi wadah untuk merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tantangan pangan nasional, serta mempersiapkan petani-nelayan dalam menyongsong Penas KTNA yang akan digelar di Provinsi Gorontalo pada tahun yang sama.
Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, PEDA 2025 diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas dan daya saing petani-nelayan menuju swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia (RT).










