
EQUATOTV.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto memberikan sindiran pedas, terkait masih gelapnya penanganan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E yang akan di gelar di Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang.
“Meskipun saya pesimis balapan ini akan berjalan, namun saya tetap khawatir jika pelaksanaannya nanti dianggap bisa memutihkan dugaan korupsi yang ada. Padahal, keduanya sama sekali tidak berhubungan. Justru, klaster dugaan korupsinya bertambah jika pelaksanaan dipaksakan dengan menggunakan dana siluman. Mengingat belum jelas siapa sponspornya,” kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Rabu 1 Juni 2022.
Meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berulang kali sesumbar akan terus serius dan komit menuntaskan aduan masyarakat terkait dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Formula E, kata dia, namun faktanya seperti jalan di tempat.
“Dalam catatan kami, KPK baru memeriksa Ketua DPRD DKI. Ini sebenarnya sangat aneh, biasanya pejabat teknis dulu yang diperiksa, kemudian pejabat eksekutif baru terakhir diperiksa dari legislatif. Setidaknya itu yang terjadi dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah munjul untuk proyek DP Nol Persen,” lanjutnya.
Menurutnya, hingga kini KPK belum juga meminta keterangan Marcus John yang diduga disebut-sebut sebagai ‘calo’ Formula E. Pihaknya pun mendesak KPK agar segera memanggil Marcus John untuk mendalami informasi biaya membeli hak penyelenggaraan dan komitmen fee Formula E.
Sebab, kata dia, Marcus John sebagai penghubung Jakpro dengan FIA Formula E sangat mengetahui jumlah besaran sesungguhnya membeli hak penyelenggaraan dan komitmen fee Formula E.
Berdasarkan penelusuran SDR, Hari mengungkap adanya dugaan calo (berkedok EO Event Otomotif) yaitu CEO Sports Capital Advisors (SCA) berkebangsaan Jerman yang tinggal di Singapura bernama Marcus John.
Ia mengatakan bahwa saat ini, keberadaan Marcus masih meisterius dan dikabarkan menghilang sejak namanya disebut oleh pejabat KPK karena diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Hari mengatakan bahwa pihaknya memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai untuk membantu KPK dalam mengendus keberadaan Marcus.
Bahkan, ia juga akan menempatkan anggotanya untuk memantau penyelengaraan Formula E tanggal 4 Juni 2022 mendatang. “Kami ada info dia bakal hadir untuk unjuk gigi, kalau KPK nggak bergerak, kami akan bergerak duluan,” ujarnya.
Disadur dari Req News








