EQUATOR-TV.COM, JAKARTA – Penembakan massal yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Buffalo New York, Texas, hingga Oklahoma belum lama ini membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden murka.
Ia mendesak Kongres AS memberlakukan larangan terhadap senapan serbu di penjuru negara, untuk mengantisipasi penembakan massal terjadi lagi dan memakan banyak korban jiwa.
Biden benar-benar geram, AS telah menjadi ladang pembunuhan setiap hari. Jika senapan serbu tak dilarang, maka syarat pembeliannya wajib diperberat, dari minimal 18 tahun menjadi 21 tahun.
“Ini bukan soal mengambil senjata siapapun. Ini bukan soal merebut hak siapapun, tapi soal melindungi anak-anak,” kata Biden dalam pidato terbarunya, seperti dikutip dari BBC, Jumat 3 Juni 2022.
“Demi Tuhan mengapa warga negara biasa bisa membeli senjata serbu yang berisi 30 peluru tajam, yang membuat penembak massal menembakkan ratusan peluru dalam hitungan menit?” ujarnya menambahkan.
Selain itu, ia juga mendesak diberlakukannya pengkajian secara serius atas UU pembatasan nasional, dan memberi celah hukum agar para aparat dapat mengambil senjata milik siapapun yang dianggap berbahaya.
Disadur Req News








