
Kabar soal fenomena anak disunat jin ini bukan baru kali ini saja muncul. Kasus serupa pernah beberapa kali terjadi dan kabarnya pun viral hingga menghebohkan publik. Salah satu contohnya dialami bocah di Majalengka pada 2019 silam.
Namun benarkah bocah-bocah tersebut “disunat jin”? Menjawab penasaran masyarakat, dr Iman memberikan penjelasan lewat kanal Youtube Sunat 123.
Diungkapkan dr Iman, kondisi yang terjadi pada anak-anak tersebut dinamakan parafimosis, dimana kulup tertarik ke belakang saat penis ereksi. Jadi mereka bukan mengalami hal mistis disunat jin seperti anggapan sebagian masyarakat.
Kulup alat kelamin biasanya terjadi penyempitan atau fimosis. Nah pada saat ereksi, biasanya kelamin anak pun tegang, jadi kulupnya itu ketarik ke belakang. Ketika ada penyempitan, kulup itu tidak bisa balik lagi ke depan,” kata dr Iman, dikutip Minggu, 17 Juli 2022.
“Jadi itu bukan disunat jin ya. Jadi kondisi itu disebut parafimosis,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi parafimosis ini membuat penis terasa nyeri atau sakit. Jika dibiarkan terus menerus akan timbul pembekakan pada penis. Hingga akhirnya akan terjadi nekrosis, di mana darah tidak bisa mengalir pada ujung penis.
Kondisi ini bisa membahayakan. Penis bisa cedera yang mengakibatkan kematian dini pada sel-sel dan jaringan hidup.
“Nikrosis bisa berbahaya, penisnya bisa terpotong,” kata dr Iman.
Orang yang mengalami parafimosis juga biasanya kesulitan buang air kecil. Selain itu, rasa sakit dan tidak nyaman pun turut menyertai, utamanya jika penis membengkak.
Kondisi parafimosis ini harus diatasi dengan cara mengembalikan kulup penis ke posisi semula. Untuk mendapatkan tindakan tersebut, anak yang menderita parafimosis harus segera dibawa ke klinik atau dokter terdekat.
Biasanya, kata dr Iman, dokter akan melakukan pembedahan kecil dengan dibius. Lalu merobek ujung kulup dan mengembalikannya ke posisi semula.
“Cuma biasanya kalau cuma ditarik ke depan, tidak sekadar dikembalikan saja tanpa tindakan selanjutnya, itu bisa berulang lagi. Pada saat ereksi bisa terjadi,” jelasnya.
Untuk itu jika terjadi kondisi parafimosis ini, solusi terbaik agar tidak kambuh lagi adalah dengan cara dikhitan.***
Disadur dari www. reqnews.com








