
EQUATOR-TV, REQNews.com — Polisi Cina, Selasa 30 Agustus, menyelamatkan 150 kucing siap potong, dimasak, dan disajikan di meja makan.
Humane Society International (HSI), organisasi kesejateraan hewan internasional, mengatakan kucing-kucing itu ditemukan di Jinan, kota di Propinsi Shandong.
VShine, kelompok hak-hak bintang lokal, mengatakan sebuah geng menempatkan burung di dalam kandang untuk menjebak kucing. Setelah kucing masuk, anggota geng menggunakan remote control untuk menutup kandang.
“Sunggu mengenaskah melihat kucing-kucing itu,” kata aktivis yang hanya mau menyebut diri Huang, dalam pernyataan kepada HSI. “Mereka kurus kering, kelaparan, dan menangis.”
Polisi juga menemukan lusinan burung pipit hidup, yang digunakan sebagai umpan pemikat kucing. Sebagian besar kucing yang diselamatkan adalah hewan peliharaan rumah tangga. Kucing-kucing itu dikirim ke tempat penampungan hewan.
Di Cina, burung pipit adalah spesies dilindungi. Burung-burung itu segera dilepas-liarkan.
Cina tidak memiliki UU Pencegahan Kekejaman Terhadap Hewan, tapi para tersangka dapat menghadapi hukuman berburu burung, pencurian properti, dan pelanggaran aturan pencegahan epidemi hewan.
Di Cina, setiap tahun sekitar 10 juta anjing dan empat juta kucing dibunuh untuk dikonsumsi. Daging anjing dan kucing dianggap makanan lezat di beberapa bagian Cina.
Perdagangan daging anjing dan kucing cukup menguntungkan, yang memicu munculnya kelompok kriminal pencuri hewan peliharaan.
Setiap uni, kota Yulin di Cina selatan menyelenggarakan festival makan daging anjing. Saat itu, anjing dan kucing hidup dijual untuk dimakan.
Tradisi ini, yang menyebar di Propinsi Guangdong dan Guangxi, telah ada sejak ribuan tahun lalu. “Ini adalah dua tempat makan daging kucing dan anjing di Cina,” kata Dr Peter Li, spesialis kebijakan HSI Cina.
Padahal, lanjut Dr Petr Li, di sekujur Cina daging kucing sama sekali bukan bagian budaya makanan.
Wabah Covid-19 mengurangi selera makan penduduk Cina terhadap daging kucing dan anjing. Terlebih setelah penyebaran awal virus Covid-19 dikaitkan degnan pasar hewan hidup di Wuhan.
Covid-19 pula yang membuat pemerintah Cina melarang konsumsi dan perdagangan satwa liar pada tahun 2020. Shenzen dan Zhuhai di Propinsi Guangdong menjadi kota pertama di Cina yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing.***
Disadur dari www.reqnews.com
Post Views: 38








