EQUATOR-TV.COM , REQnews – Serial original HBO, House of the Dragon kini sudah sampai pada episode 9, saat Aegon putra dari Viserys Targaryen dan Alicent Hightower dinobatkan sebagai raja setelah ayahnya meninggal dunia. Banyak orang penasaran bagaimana reaksi Rhaenyra Targaryen sebagai putri sulung pewaris sah Seven Kingdoms berdasarkan penobatan oleh ayahnya semasa hidup, dengan naik takhtanya Aegon.
Namun, serial ini belum sampai pada reaksi Rhaenyra nantinya, yang memicu peristiwa yang dikenal dengan nama Dance of Dragons, kala naga-naga klan Targaryen saling bertempur dalam perang saudara.
Daripada penasaran, coba aja baca poin-poin spoiler ini, yang akan sampai pada akhir dari kisah House of the Dragon nantinya, daripada menunggu serialnya yang dipastikan bakal hadir dalam banyak season. Skuy dicek.
Kita mulai dari pasca penobatan Aegon II sebagai King of the Seven Kingdoms, yang didalangi oleh ibunya Alicent Hightower dan kakeknya, Otto Hightower.
1. Rhaenyra masih belum tahu soal penobatan Aegon II yang diinisiasi oleh Green Council. Diam-diam, Green Council mengutus Pangeran Aemond One-Eyed ke Storm’s End untuk menikahi putri Lord Borros Baratheon, untuk menambah dukungan bagi Aegon II.
2. Seorang Kingsguard yang setia pada wasiat mendiang Raja Viserys, yakni Ser Steffon Darklyn kabur daring King’s Landing dengan membawa mahkota raja ke Dragonstone, tempat kediaman Rhaenyra. Mengetahui penobatan Aegon II sebagai pencuri takhta, Rhaenyra murka karena tak diberitahu soal kematian ayahnya. Ia menyebut Aegon dan kroni-kroninya di Green Council sebagai pengkhianat, dan berencana merebut apa yang seharusnya menjadi hak miliknya, yakni Iron Throne.
3. Rhaenyra menobatkan dirinya sebagai Queen of the Seven Kingdoms dengan mengenakan mahkota ayahnya yang dibawa diam-diam oleh Ser Steffon.
4. Pertempuran dimulai dengan Daemon dan naganya, Caraxes menyerang Harrenhall, dan membuat Ser Simon Strong menyerah tanpa perlawanan. Kekuatan Rhaenyra bertambah setelah House Stark, Arryn, Manderly dan banyak lagi ikut bergabung.
5. Salah satu anak Rhaenyra, yakni Lucerys Velaryon nantinya dibunuh oleh Pangeran Aemond One-Eyed yang menunggangi Vhagar, naga terbesar dalam jagat House of the Dragon.
6. Ser Criston Cole sang Kingmaker, nantinya akan menjabat sebagai Hand of the King menggantikan Otto Hightower. Sementara istri Aegon II, beserta tiga anaknya akan diculik, disekap. Putra sulungnya yakni Jaehaerys dibunuh oleh orang suruhan Daemon.
7. Perperangan besar antar naga akan terjadi di langit Rook’s Rest, kala Rhaenys datang dengan naganya, Meleys berhadapan dengan Aegon II dan Aemond. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama Dance of Dragon, karena seakan-akan para naga menari-nari di langit.
8. Rhaenyra menaklukkan King’s Landing dan mengeksekusi Otto Hightower. Rhaenyra duduk di Iron Throne sebagai seorang ratu. Di sisi lain, Aegon II merebut markas Rhaenyra, yakni Dragonstones.
9. Tentu saja, pertempuran paling epik akan terjadi di Harrenhall, kala Daemon menghadapi keponakannya, yakni Aemond. Sebenarnya, pemenang dari pertempuran ini adalah Daemon, usai menusuk mata Aemond yang buta dengan pedangnya, Dark Sister. Namun, keduanya dipastikan mati secara bersama-sama jatuh ke dalam danau, bersama dengan naga mereka, yakni Caraxes dan Vhagar. Meskipun, naga Daemon Caraxes merangkak sampai dinding Harrenhall, namun pada akhirnya mati juga.
10. Setelah beberapa lama, Rhaenyra yang mencoba kabur ke Bravoos, ditangkap bersama dengan anak sulungnya, yakni Aegon The Younger oleh kubu Aegon II. Secara sadis, Aegon II mengeksekusi Rhaenyra, dengan melemparkan sebagai makanan bagi naga miliknya, Sunfyre. Kemudian, Aegon II yang semakin terdesak karena kalah jumlah dukungan, tiba-tiba ditemukan tewas karena racun di dalam minumannya.
11. Akhir dari kisah ini adalah, putra sulung Rhaenyra, yakni Aegon Targaryen The Younger menjadi pewaris sah Seven Kingdoms, dan dinobatkan sebagai Kings Aegon III.***
Disadur dari www.reqnews.com











