
EQUATOR-TV.COM, TARAKAN – Dalam upayanya membangun desa di wilayah perbatasan Pulau Sebatik melalui pola meningkatkan minat baca di wilayah perbatasan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar Program Desa Belajar di masa Pandemi Covid 19.
Ketua peneliti penerima hibah LPDP, Ridwan, M.Pd mengatakan, “jika Dosen FKIP UBT mendapat Hibah Riset Keilmuan Tahun 2022 yang diketuai oleh dirinya (Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris) berkolaborasi dengan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Siti Sulistyani Pamuji, MPd. dan Eva Apriani, M.Pd”.

Riset Keilmuan dengan Skema Riset Desa ini diterima pada thn 2021, implementasi kegiatan pada tahun 2022 dengan Judul “Komorbit” (Komunitas Masyarakat Membaca dan Literasi) Membangun Desa di daerah Perbatasan Pulau Sebatik Melalui Program Desa Belajar di Masa Pandemi Covid 19.
Kegiatan Riset Desa ini melibatkan mahasiswa melalui program MBKM meliputi KKN Tematik, Asistensi Mengajar dan Riset Kolaborasi. Mahasiswa program MBKM mendapat konversi 20 sks dari kegiatan tersebut”, Jelas Ridwan.
Menurut Ridwan, Adapun Kegiatan riset desa yang dilakukan diantaranya :
Pertama, Riset Kolaborasi yakni melakukan Melakukan penelitian kolaborasi bersama dosen, mahasiswa, guru dan mitra Kepala Desa Tanjung Aru untuk mengidentifikasi minat membaca masyarakat sebatik, pengembangan digital Library dan Taman Bacaan Masyarakat, penerapan Pojok Literasi dan Model Pembelajaran Literasi.
Dari riset tersebut menghasilkan Jurnal Penelitian terindeks sinta 2.


Kedua, Asistensi Mengajar mahasiswa melaksanakan pengajaran berbasis literasi menghasilkan kelas literasi berupa pojok baca dan pembiasaan pembelajaran literasi.


Dan yang ketiga, KKN Tematik berbasis literasi masyarakat menghasilkan Taman Bacaan Masyarakat di Pantai Indah Tanjung Aru, Cafe Literasi dan Digital Library.





Dari kegiatan tersebut menghasilkan komunitas literasi masyarakat perbatasan desa sebatik, hal ini sebagai upaya meningkatkan minat membaca dimasyarakat dan pembiasaan budaya literasi, guna mendukung pengembangan pola pikir masyarakat desa untuk maju dan kreatif dalam menghadapi perkembangan jaman dan teknologi di daerah perbatasan”, tutupnya. (ETV02)***










