EQUATOR-TV.COM , REQnews – Pernyataan kontroversial pemimpin tertinggi Katolik Paus Fransiskus membuat pemerintah Rusia marah besar.
Dalam wawancara bersama majalah Katolik Amerika, Paus menyebut aktor paling kejam dalam perang di Ukraina adalah kelompok minoritas di Rusia, seperti orang-orang Chechnya dan Buryat.
“Umumnya, yang paling kejam mungkin adalah mereka yang berasal dari Rusia tetapi bukan dari tradisi Rusia, seperti Chechnya, Buryat, dan sebagainya,” kata Paus, seperti dikutip Rabu 30 November 2022.
Menanggapi pernyataan itu, Dubes Rusia untuk Vatikan Alexander Avdeev menyebut Paus sudah mencoba mengacaukan hubungan kedua pihak.
“Saya menyatakan kemarahan atas sindiran semacam itu dan mencatat bahwa tidak ada yang dapat menggoyahkan kohesi serta persatuan rakyat multinasional Rusia,” kata Avdeev.
Sementara Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, Paus telah melontarkan kata-kata yang menyimpang dan berbau ‘Russophobia’.
“Ini bukan lagi Russophobia, ini penyimpangan pada tingkat yang bahkan tidak bisa saya sebutkan,” ucap Zakharova, seperti dikutip dari The Guardian.
“Kami adalah satu keluarga dengan Buryat, Chechnya, dan perwakilan lain dari negara multinasional dan multi-pengakuan kami,” ucapnya menambahkan.***(08)
Disadur dari www.reqnews.com










