EQUATOR-TV.COM, BALIKPAPAN –Perwujudan sebuah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, tak hanya pembangunan infrastruktur, namun juga peningkatan kualitas sumber daya manusianya.
Permasalahan Kualitas SDM ini tentunya sangat menjadi perhatian dari para Insinyur yang tergabung di dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII yang berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (20/1/2023), dibahas tentang pentingnya pembangunan kualitas SDM dalam menyambut IKN Nusantara.
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng. yang berpeluang menjadi narasumber dalam pembahasan mengenai peningkatan kualitas SDM tersebut.
Selaku moderator, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP menjelaskan, Prof Nizam adalah “bapak” yang menaungi profesi insinyur. Terutama ketika membahas Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran, profesor adalah pihak yang diajak untuk bekerja sama.
Hetifah juga menjelaskan, soal munculnya berbagai tantangan dalam membangun kualitas SDM, terutama keinsinyuran di Indonesia, dalam proses pembangunan IKN Nusantara.
Dalam kesempatan ini Prof. Nizam juga membahas, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga dibutuhkan kompetensi yang lebih banyak, terutama insinyur yang menguasai sains dan matematika, sehingga memiliki analisa berpikir yang kokoh.
Namun, kondisi saat ini dikarenakan tuntutan zaman, seorang ilmuwan juga harus memahami politik, sosiologi, ekonomi, dan ilmu komunikasi sebagai sebuah kebutuhan.
Karena ketika di lapangan, seorang insinyur harus paham politik, dan sosial budaya di masyarakat
Terlebih ketika kita ingin menjadikan IKN, sebagai kota yang hijau ramah lingkungan, dan cerdas.
Diperlukan peningkatan SDM dan inovasi.
Peningkatan SDM tentunya membutuhkan partisipasi dan gotong royong dari kita semua.
“Dukungan untuk pengembangan IKN, kita keroyokin bersama, terutama perguruan tinggi di Pulau Kalimantan. Karena IKN tidak hanya sekedar pembangunan kota. Tapi juga pembangunan sumber daya manusia, kesehatan, pertanian, dan lain-lainnya, yang membutuhkan kerja gotong royong,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab, dengan Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Prof. Ir. Dr. Ince Raden, MP bertanya mengenai dukungan terhadap perguruan tinggi swasta di Kaltim, terutama fasilitas yang mendorong program-program keinsinyuran atau eksakta.
Sehingga PTS di Bumi Etam, juga mendapat kesempatan dalam pengembangan SDM menyambut IKN.
Menjawab pertanyaan tersebut, Prof Nizam menerangkan, di Kaltim ada 78 perguruan tinggi. Detilnya 7 PTN, 70 PTS, dan 1 Kedinasan.
Sebenarnya dari sisi jumlah sudah sangat banyak. Tinggal bagaimana, kemudian tingkatkan kualitas sehingga tidak hanya bersaing di level nasional, tapi juga dunia.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan SDM di IKN, dibutuhkan kolaborasi dan memanfaatkan jaringan perguruan tinggi yang sudah ada, baik negeri maupun swasta di Kaltim, termasuk perguruan tinggi dunia.
Itu menjadi sangat penting, untuk mendukung enam bidang pembangunan di IKN. Yakni, teknologi bersih, pertanian yang terintegrasi, ekowisata dan energi terbarukan, ini bidang atau fokus utama yang harus didorong, untuk melahirkan talenta untuk memenuhi kebutuhan IKN.*** (ETV01)
(Sumber : Panitia Pelaksana RAPIMNAS PII Tahun 2023)









