EQUATOR TV, TARAKAN – Mengapa pertarungan dengan narkoba seakan-akan takada habisnya ? Menjawab fakta di lapangan ini, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara-Brigjen.Pol.Hisar Siallagan, S.I.K menjelaskan secara detail pada Equator TV dalam bincang santainya di Program Talkshow yang digelar pada Jumat pagi (05/07/2024), dipelataran Kantor BNNK Tarakan.
Brigjen.Pol.Hisar menjelaskan bahwa, “Badan Narkotika Nasional (BNN) pada dasarnya ada dua tugas besar, yakni yang pertama adalah menekan penyedia (supply reduction). Distribusinya diputus dengan tindakan pemberantasan, tak hanya dilakukan oleh BNN saja, tetapi juga bersama institusi lain seperti Polda, bea cukai, pasukan perbatasan, Korem dan sebagainya. Yang kedua adalah mematikan pasar (demand reduction)“.
“Tindakan dan ketegasan pemerintah soal pemberantasan narkoba di Kaltara sejauh ini sudah sangat serius, apapun jabatannya, hingga soal pemberhentian bila ditemukan kasus narkoba. Sehingga pada dasarnya tugas pemberantas sudah dilakukan maksimal sejauh ini”, ungkapnya.
Namun pertanyaanya, mengapa narkoba masih selalu ada ? Seakan-akan pemerintah dan BNN terkesan tidak serius menangangi soal Narkoba. “Tugas pemberantasan sudah optimal kita lakukan, namun ada yang kita lupakan dan harus kita lakukan lebih maksimal lagi dan dirasa masih kurang, yaitu soal menekan permintaan (demand reduction). Permintaan itu perlu kita tekan, kalau perlu kita matikan sampe ke angka nol”, imbuh Brigjen Pol.Hisar.
“Pasar narkoba adalah pertarungan terberat. Oleh karenanya, rehabilitasi, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, sangatlah diperlukan untuk mencapai keberhasilan itu, serta keberanian untuk mengatakan “tidak” pada narkoba. Rehabilitasi yang dilakukan BNNP Kaltara dan BNNK Tarakan adalah, orang yang terkena narkoba kita sembuhkan, sehingga dia tidak beli lagi, sehingga permintaannya akan menurun. Dan layanan rehabilitasi itu sendiri disediakan BNN secara GRATIS”, tutup Brigjen.Pol.Hisar dalam wawancaranya dengan tim liputan.
Dalam kesempatan bincang santai ini, juga dilanjutkan dengan agenda penandatanganan kerjasama BNN Kota Tarakan dengan media televisi lokal EQUATOR TV, yang dilakukan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan-Evon Meternik, SE dan Direktur Penyiaran dari EQUATOR TV-Rina Kurnia Handayani, ST, M.IP, serta disaksikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara-Brigjen Pol.Hisar Siallagan, S.I.K dan Kepala Sub Bagian Umum BNNK Tarakan-Agustina Rantesalu, SE. Pendandatangan kontrak ini adalah sebagai salah bentuk dukungan dan komitmen dalam melaksanakan P4GN di Bidang Media Sosial, serta bentuk dukungan dalam rangka menempuh Pendidikan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).










