EQUATOR-TV, TARAKAN Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini-Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah-Direktorat Sekolah Menengah Atas, menggelar kegiatan “Gerakan Transformasi Pembelajaran”, pada 29 hingga 31 Juli 2024, bertempat di Swiss Belhotel Tarakan-Kalimantan Utara.
Pembukaan Acara Gerakan Transformasi Pembelajaran di Provinsi Kalimantan Utara yang digelar pada Minggu (29/07/2024) malam ini, disambut dengan penampilan Tari Jepin kreasi siswa-siswi SMAN 3 Tarakan, serta diawali dengan sambutan dari Kepala BAN PDM Kemdikbudristek yang diwakili oleh Irfan Harry Prasetya Ph.d, yang sekaligus menandai pembukaan acara tersebut.
Saat ditemui awak media disela-sela acara, Irfan menyebutkan, “Problem terhadap kualitas belajar mengajar, itu adalah problem yang ingin _di-address_ melalui gerakan transformasi pembelajaran. Beberapa hal yang sifatnya konkret, mungkin bisa kita bayangkan bersama, biasanya proses belajar mengajar itu dalam beberapa hal lebih bersifat hafalan, yaitu sedikit banyak terjadi di sekolah, dan gerakan transformasi pembelajaran ini ingin sedikit demi sedikit merubah, dari proses belajar mengajar yang sifatnya hafalan menjadi proses belajar yang menyediakan kesempatan buat guru sama siswa untuk melakukan penalaran dan berpikir kritis”, ujar Irfan.
Irfan juga menyinggung soal proses mengajar guru, yang orientasinya menyelesaikan target konten yang ada di kurikulum. “Kita ingin sedikit demi sedikit bertransformasi, buat memperkuat sekolah dan guru agar proses belajar dan mengajar ini disesuaikan dengan perkembangan belajar. Jadi terlepas dari konten yang ingin diselesaikan, tapi yang paling dituju atau diprioritaskan adalah bagaimana proses perkembangan belajar dari anak-anak tersebut”, imbuhnya. Problem-problem inilah yang kemudian menjadi penting untuk _di-address_, melalui gerakan transformasi pembelajaran.
Tampak hadir juga dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara-Drs.Teguh Henri Sutianto, M.Pd. Dalam pidatonya, Teguh mengatakan bahwa,
“Beberapa waktu lalu tanggal 5, kita memperoleh anugerah merdeka belajar dalam kategori transformasi pendidikan di Kalimantan Utara”.
Lebih jauh lagi, saat ditanya awak media, Teguh juga menjelaskan tujuan kegiatan Gerakan Transformasi Pembelajaran kali ini. “Kegiatan ini merupakan langkah awal yang harus kita lakukan untuk percepatan mencapai tujuan pendidikan, yang berbasis literasi dan numerasi, yang mana literasi adalah kemampuan membaca konsep, mengevaluasi, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari”. Dengan adanya literasi dan numerasi, anak-anak akan mampu memecahkan persoalan yang diperoleh dari bangku sekolah dan kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menyelesaikan dengan baik”, ujarnya.
Adapun langkah konkret yang telah diambil Disdikbud Kalrara, Teguh menjelaskan, “Yang pertama kita membuat regulasi, yang tertuang dalam Pergub Nomer 32 yang terakumulasi pembelajaran Kurikulum Merdeka. Dan didalam Kurikulum Merdeka itu berbasis potensi peserta didik, kontektual, akuntabilitas dan menyenangkan. Kita juga bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan, untuk mencapai mutu dan kwalitas pendidikan di Kalimantan Utara”, tutpnya.










