EQUATOR TV, TARAKAN PT.Pertamina EP Tarakan Field, kembali mengadakan syukuran tajak sumur dan doa bersama pengeboran sumur PAM SE-1 dan PAM SE-2 tahun 2024, di Struktur Pamusian, Tarakan-Kalimantan Utara, pada Kamis pagi (15/08/2024).
Hadir dalam acara syukuran kali ini, PJ.Wali Kota Tarakan-Dr.Bustan, SE, M.Si, Dandim dan Kapolres Tarakan, perwakilan DPRD Kota Tarakan, BPJS Ketenagakerjaan, Babimkamtibnas, para tokoh masyarakat, para ketua RW/RT setempat, perwakilan pondok pesantren Yayasan Al-Fawaid serta Masjid Al-Aqsho Kampung I/SKIP, yang turut mendoakan syukuran kali ini, dengan disambut langsung oleh Field Manager PT.Pertamina EP Tarakan Field-Cahyo Tri Mulyanto berserta jajarannya sebagai tuan rumah.
Dalam pidato sambutannya, Cahyo menyebutkan bahwa, _Drilling_ kali ini merupakan bentuk komitmen PT.Pertamina EP Tarakan Field, dalam mendukung upaya
pemerintah meningkatkan PAD Tarakan dan produksi migas Indonesia.
Lebih jauh lagi, dalam wawancaranya dengan awak media, Cahyo juga menyebutkan bahwa, “Tarakan pada tahun ini akan melaksanakan 6 sumur pengeboran, diantaranya 3 sumur di Tarakan, yaitu 2 sumur di Struktur Pamusian dan 1 sumur di Struktur Juwata, kemudian 3 sumur lagi akan kita laksanakan di Struktur Sembakung, dengan target 1 sumur 250 barrel. Dan mulai tahun kemarin PT.Pertamina EP Field Tarakan, juga mencoba mengexplorasi dengan melakukan produksi di struktur-struktur dalam, melakukan pengeboran di kedalaman kurang lebih 1500 m. Karena kalau sumur-sumur existing pengeboran jaman Jepang Belanda hanya di kedalaman 300-400 m saja. Masih ada potensinya, masih ada produksinya, sekitar 1600-1900 barel per oil per day-nya. Kita masih akan melakukan pengeboran sumur-sumur lainnya, “jelas Cahyo.
Tentunya, penambahan aktivitas pengeboran-pengeboran baru ini, semakin membuka peluang penyerapan SDM dan sekaligus memberikan sumbangsih terhadap peningkatan PAD Tarakan dan juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Sebagaimana disebutkan PJ Wali Kota Tarakan dalam wawancaranya saat menghadiri acara syukuran ini. “PAD kita saat ini sekitar 187 Milyar dan didominasi sektor migas. Pelibatan masyarakat secara langsung, vendor-vendor penyedia-penyedia jasa, utamakan dari Tarakan dari Kaltara. Ketika spesifikasinya tidak sesuai baru silahkan. Ketika itu sesuai, dan vendor lokal bisa menyediakan, sifatnya wajib”, ujar Bustan.
Harapannya, paling tidak masyarakat sekitar pengeboran, juga ikut merasakan sejahtera, tidak hanya berdampak pada PAD Tarakan, namun juga berdampak langsung pada masyarakat sekitar.
Acara ini juga dilanjutkan dengan peninjauan bersama ke lokasi _drilling_, disertai penjelasan langsung oleh Field Manager di lapangan terkait detail prosedur keamanan yang telah diterapkan sesuai dengan standart savety yang berlaku.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama, pemotongan tumpeng serta penyerahan bantuan kepada perwakilan pondok pesantren Al Fawaid, Masjid Al-Aqsho, serta bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Media, Fokutara UMKM dan para Penyandang Disabilitas.









