EQUATOR-TV, TANJUNG SELOR – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 79, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara melaksanakan Kompetisi Permainan dan Olahraga Tradisional antar Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah dan sederajat Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2024.
Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Agustus 2024. Ada 6 cabang olahraga yang dipertandingkan, diantaranya: sumpit, bakiak, balap karung, tarik tambang, layangan dan egrang, yang diikuti sebanyak 373 siswa dari 31 sekolah se-Kaltara.
Gubernur Kalimantan Utara-Dr.H.Zainal A.Paliwang, S.H., M.Hum dalam hal ini diwakili Sekretaris Disdikbud Kaltara-H.Sudarsono, S.E., M.Pd., membuka secara resmi kegiatan yang digelar di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor, pada Rabu pagi (28/08/2024).
Dalam pidatonya, Sudarsono menyampaikan tujuan olah raga ini. “Tujuan diadakannya olahraga tradisional ini untuk mempersatukan anak-anak kita di Kaltara, mengingat dijaman modern ini banyak kegiatan–kegiatan yang bersifat online, yang tidak lagi mengenal budaya–budaya tradisional kita,” katanya.
Sudarsono juga menyerukan kepada seluruh sekolah, agar kegiatan olahraga tradisional terus dihidupkan, karena inilah merupakan ciri khas bangsa dan menjadi ciri khas dari masing–masing daerah.
Karena dengan adanya kebudayaan olahraga tradisional, dulunya sangat eksis tapi sekarang sudah mulai terkikis. Pihaknya selaku Disdikbud Kaltara, segera memulai tahap demi tahap akan menghidupkan kembali olahraga tradisional ini. “Olahraga tradisional ini akan dipertandingkan di tingkat nasional, sehingga kami mencoba agar kegiatan olahraga tradisional ini di masa yang akan datang dapat lebih kita tingkatkan atau diperbaiki lagi,” ujarnya.
Sudarsono memastikan kompetisi olahraga tradisional akan dilaksanakan setiap tahun di Kaltara. Kegiatan tersebut cukup meriah karena dihadiri seluruh siswa se-Kaltara, khususnya anak–anak yang dari kecamatan, karena para orang tua dari anak–anak tersebut, dahulunya juga sangat menggemari olahraga tradisional ini, seperti layang, enggrang dan sumpit. “Saya menghimbau kepada seluruh kepala sekolah agar kegiatan olahraga tradisional ini dihidupkan, sebelum mereka melakukan kegiatan di tingkat provinsi maka di tingkat sekolah harus selalu sering dilaksanakan, sehingga anak kita tumbuh rasa cintanya terhadap kebudayaan dan tradisi yang ada di daerah kita,” tuntasnya.(dkisp)










