EQUATOR TV-TARAKAN – Gelar Adat Budaya Dumud telah memasuki hari kelima (11/12/2024). Kali ini giliran pertunjukan musik dan tari tradisional menjadi sorotan utama dalam rangkaian Gelar Adat Budaya Dumud yang berlangsung sejak 07 hingga 16 Desember 2024, di Baloy Adat Telaga Keramat, Tarakan-Kalimantan Utara.
Saiful Alamsyah salah seorang penari, menyampaikan betapa pentingnya pelestarian budaya bagi masyarakat Kota Tarakan. Oleh karenanya, pada malam hari ini, ditampilkan beragam jenis tarian tradisional yang merupakan bagian integral dari budaya setempat. Tarian yang ditampilkan terbagi menjadi dua jenis, yaitu tari pedalaman dan tari pesisir. Kota Tarakan dikenal lebih banyak melestarikan tari pesisir, salah satunya kesenian jepin yang memiliki dua tipe, yaitu jepin dan joget. Tarian-tarian ini diciptakan oleh berbagai sanggar, termasuk Rumah Panggung Pagun Tengara Arploration, yang berupaya menciptakan konsep tarian sesuai dengan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Saiful dalam kesempatan ini juga menjelaskan soal tantangan yang dihadapi dalam menjaga keaslian musik gambus serta tarian tradisional. “Kami menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keaslian musik gambus, kulintang, dan ketipung. Kurangnya ruang bagi anak-anak untuk belajar alat musik tradisional menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi.” Selain itu, ia juga menyoroti tentang pentingnya memiliki ruang berkumpul bagi para penggiat tari tradisional agar bisa menciptakan karya-karya baru.
Dalam pertunjukan malam itu, salah satu daya tarik utama adalah kesenian rudot, yang menjadi ikon Bekerangan Gambus Bedindang. Taha juga berharap agar kesenian ini yang merupakan identitas kota Tarakan ini, tetap terjaga dan tidak punah. “Semoga dengan adanya ruang untuk berkesenian, teman-teman kesenian rudot dapat terus eksis dan terjaga selamanya,” ujarnya.
Acara Gelar Adat Budaya Dumud ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga merupakan bentuk pengingat akan pentingnya melestarikan budaya. “Menarilah sampai mati. Tuhan tidak menciptakan seseorang secara kebetulan. Jika kita dianugerahi kemampuan menari, alangkah baiknya jika kita terus belajar dan mengembangkan diri demi menjaga budaya kita”, imbuhnya.
Sebagai penari, Saiful juga berharap akan adanya dukungan dari Pemerintah Kota Tarakan, Pariwisata Kalimantan Utara, dan UPT Taman Budaya agar budaya lokal tetap terjaga untuk generasi mendatang. Dengan semangat pelestarian yang tinggi, Gelar Adat Budaya Dumud kali ini dapat berhasil memikat hati para penonton dan mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Tarakan.










