EQUATOR-TV, TARAKAN – Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan, menggelar kegiatan Seminar Pendahuluan Survei Investigasi Desain (SID) Optimasi Lahan di Provinsi Kalimantan Utara, pada Rabu pagi (19/3/25), bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Swiss-Bell Kota Tarakan.
Tampak hadir dalam seminar kali ini, Senator DPD RI, Dr.Drs.Marthin Billa, M.M dan juga Kepala DPKP Kaltara, Ir.Heri Rudiono, M.Si, Komandan Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman Provinsi Kalimantan Utara, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Komandan Distrik Militer, dan Kepala DPKP dari seluruh wilayah di Kalimantan Utara, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lahan sawah yang sudah ada, menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Pertanaman (IP), serta produktivitas lahan sawah dan merancang desain optimasi yang sesuai dengan kondisi lokal.
Dalam sambutannya, Kepala DPKP Kaltara menekankan pentingnya pembekalan sebelum pelaksanaan SID. “Untuk masa pengerjaan optimasi lahan (OPLA), kita akan melakukan pembekalan terhadap BABINSA, DANDIM, dan BHABINKAMTIBMAS. Mereka akan dikumpulkan untuk mendapatkan penjelasan terkait pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat di lapangan,” jelas Heri.
Heri berharap dengan dukungan TNI/Polri, optimalisasi lahan dapat mencapai target 15 ribu hektare. Tahap pertama akan mencakup pembukaan lahan seluas 15 ribu ha, sementara untuk area yang telah melalui tahap SID (survey investigation design) mencapai 4.828 ha dan luas lahan yang telah diseminasi saat ini ditargetkan mencapai 5.530 ha. “Untuk target luas lahan yang telah melalui tahap SID di pusat adalah sebesar 4.101 hektare di Bulungan, 409 hektare di Malinau, 318 hektare di Nunukan dan 5.430 hektare di Tarakan,” ungkap Heri.
Selain itu, dalam seminar ini juga disampaikan pemaparan dari Ketua Tim SID, Dr.Ir.Adi Sutrisno, M.P., yang menjelaskan tentang perkembangan luasan SID Optimasi Lahan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan. Dalam sesi diskusi, banyak usulan yang diajukan oleh para petani, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam merealisasikan semua permintaan. Oleh karenanya, DPKP Kaltara akan memprioritaskan usulan yang sangat penting, seperti pembangunan jalur irigasi perairan.
Komandan Kodim 0903 Kabupaten Bulungan, Kolonel INF Prasetyo Ari Wibowo, saat dimintai pendapatnya juga menyatakan dukungannya terhadap seminar ini, yang menurutnya sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. “Kami dari KODIM dalam seminar penyusunan awal SID untuk Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung telah memahami dinamika di lapangan. SID ini menjadi acuan awal dalam optimalisasi lahan, sehingga nantinya ada sinkronisasi antara SID yang disusun oleh tim UBT, kemudian diserahkan ke Dinas Pertanian, dan akhirnya kami sebagai pelaksana di lapangan bisa menyesuaikan,” ungkap Prasetyo.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan optimasi lahan di Provinsi Kalimantan Utara dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan serta kondisi lokal, guna meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kalimantan Utara (VT)









