EQUATOR-TV, TARAKAN – Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya coba angkat bicara pasca beredarnya angka Nilai Pendapatan Petani (NPP) BPS yang sempat direlease sebelumnya oleh berbagai media pada Senin (05/05/2025), dengan menampilkan penurunan 0,28%. Data ini sejatinya belum berdasarkan data rill update yang ada saat ini. Data yang terpublish secara umum, memang belum menyimpulkan kondisi riil, mengingat perlu adanya koordinasi intensif dengan BPS untuk memastikan metodologi dan cakupan survei. Karena faktanya, di lapangan, indikator seperti Nilai Tukar Petani (NTP), produktivitas sawah, dan harga komoditas perkebunan justru meningkat, sehingga angka penurunan NPP dinilai belum mencerminkan kondisi nyata.
Beberapa waktu terakhir, kalangan media sosial membuat petani dan pemerhati agrikultur ramai memperbincangkan data NPP BPS yang disebut turun sebesar 0,28 %. Angka ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, karena dinilai belum sesuai dengan kenyataan di lapangan saat ini, dimana sebagian besar petani melaporkan peningkatan pendapatan dan produktivitas.
Dalam wawancaranya pada Rabu sore (07/05/2025), Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir.Heri Rudiono, M.Si pada Tim Liputan, menegaskan perlunya dialog langsung tentang hal ini. Heri menyebut bahwa data tersebut harus dicek ulang agar tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan petani. “Sebenarnya kalau saat ini nilai tukar petani semuanya naik. Karena seluruh petani pendapatannya meningkat. Makanya, saya akan coba koordinasi dulu,” ujarnya. Ketika ditanya mengenai penurunan NPP itu, Kadis DPKP ini mengaku belum memiliki data komparatif. “Apakah terdapat perbandingan dengan data nasional atau provinsi lain untuk melihat tren penurunan NPP ? Belum bisa jawabannya, semua harus by data, “tegas Heri.
Di akhir wawancaranya, Heri meminta publik untuk menunggu hasil verifikasi ini. Ia akan komunikasikan dulu. Harapannya, setelah data BPS diklarifikasi, kekhawatiran petani mereda dan kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran. Heri juga mengucapkan terima kasih, atas perhatian semua pihak dan berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya (RT).










