EQUATOR-TV, BULUNGAN – Pemerintah terus menggencarkan upaya percepatan swasembada pangan nasional melalui program optimasi lahan dan cetak sawah baru. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada Rabu siang (07/05/2025).
Rakor strategis tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda, Lantamal XIII, Walikota dan Bupati se-Kaltara, hingga Babinsa, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI menyampaikan optimisme besar terhadap capaian swasembada pangan. “Pasti bisa kalau mau. Saya mau membalik Kaltara, yang tadinya import dari Sulawesi Selatan, menjadi pengeksport kemana aja,” ujar Andi Amran. Bahkan, menurutnya, target nasional swasembada bisa dicapai lebih cepat. “Menurut Presiden Prabowo, tidak sampai 4 tahun sampai akhir 2025 ini, kita harus bisa swasembada pangan. Terima kasih sampaikan pada seluruh pejuang pangan, sampaikan salam hormat saya,” mengutip pernyataan Presiden RI.
Mentan juga menjadwalkan akan kembali mengunjungi Kaltara empat bulan ke depan untuk melakukan panen, hasil dari penanaman padi yang akan dilakukan pada Kamis esok (08/05/2025).
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Dr.H.Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum mengungkapkan bahwa program ini membawa dukungan anggaran yang signifikan. “Kita mendapat lebih kurang 500 miliar lebih, dari 7.000 hektar. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan semangat daripada petani-petani kita yang ada di Kalimantan Utara, sehingga kita yang awalnya mendatangkan beras 60.000 ton dari luar Kaltara, setelah kita swasembada pangan, kita bisa mensupplay ke provinsi lain,” jelas Gubernur.
Gubernur Zainal juga menekankan perhatian besar yang diberikan Mentan terhadap wilayah perbatasan. “Beliau hadir langsung di Kalimantan Utara untuk memberikan pengarahan, langkah-langkah yang akan dilakukan, percepatan dan sebagainya untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Tak hanya itu, target penyelesaian pun dipangkas secara signifikan. “Beliau tadi juga sampaikan target beliau 4 tahun, tetapi diselesaikan dalam 6 bulan. Mudah-mudahan juga target yang diberikan Bapak Kementan RI kepada Kalimantan Utara, misalnya 2 tahun atau 1 tahun, kita bisa selesaikan 6 bulan,” imbuh Gubernur penuh semangat.
Kaltara sendiri ditargetkan mencetak sawah baru seluas 10.000 hektar yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Dan Kabupaten Bulungan akan menjadi daerah prioritas sebagai lumbung padi terbesar. Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemerintah Provinsi Kaltara akan mengerahkan seluruh perangkat daerah yang didukung oleh peralatan pertanian modern.
“Kita akan bagi habis dengan OPD-OPD terkait, tentunya dengan dukungan alat-alat pertanian yang lengkap. Bila petani didukung oleh alat-alat yang canggih, saya yakin itu bisa tercapai,” tutup Gubernur (RK)










