EQUATOR-TV, BULUNGAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag), tim INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), serta perwakilan Kedutaan Besar Australia dan Komisi Disabilitas Nasional menyerahkan alat bantu belajar bagi peserta didik penyandang disabilitas. Penyerahan berlangsung di Ruang Tenguyun, Lantai II Kantor Bupati Bulungan pada Kamis (8/5/2025).
Kegiatan yang dirangkai dengan peluncuran Jejoo, yaitu Jejaring Konseling Online berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembelajaran inklusif di sekolah dan madrasah di Bulungan ini, dihadiri oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si.
Bupati Syarwani dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah pusat dan pemerintah Australia atas dukungan nyata melalui program INOVASI yang telah berjalan di Bulungan selama sembilan tahun terakhir. Bupati menilai program ini telah membawa banyak perubahan positif, mulai dari pelatihan untuk guru, pendampingan sekolah, hingga penyediaan alat bantu yang sangat bermanfaat bagi siswa penyandang disabilitas.
Ia juga memaparkan hasil analisa data Profil Belajar Siswa (PBS) di Kabupaten Bulungan. Dari total 43.723 siswa, tercatat 568 siswa mengalami kesulitan fungsional, terdiri dari 126 anak dengan kesulitan ringan, 64 anak kesulitan sedang, dan 65 anak kesulitan berat. Berdasarkan data tersebut, dibutuhkan sekitar 118 alat bantu belajar khusus, seperti kacamata dan alat bantu dengar, agar para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.
Sayangnya, tanpa adanya intervensi yang memadai, hanya sekitar 2,8 persen dari anak-anak penyandang disabilitas yang memiliki peluang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Bupati menekankan bahwa pendidikan inklusif bukan beban, melainkan investasi penting untuk masa depan, demi mewujudkan generasi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Ia juga mengingatkan bahwa jika layanan pendidikan inklusif tidak disiapkan dengan baik sejak sekarang, akan muncul risiko terpinggirkannya anak-anak penyandang disabilitas dan semakin lebarnya kesenjangan sosial di kemudian hari.
Untuk itu, Pemkab Bulungan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi memastikan pendidikan inklusif benar-benar terwujud bagi semua anak (Adv.Bul)










