EQUATOR-TV, BULUNGAN, – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara kembali memperkuat sektor ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2025, yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2025, di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Bulungan.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang bertujuan mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi syariah di wilayah perbatasan utara Indonesia. Beragam agenda ditampilkan, mulai dari pameran UMKM, edukasi keuangan syariah, talkshow, hingga business matching.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H, M.Hum, yang hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di daerah. “Kegiatan KaShaFa 2025 adalah bentuk nyata kolaborasi luar biasa. Tujuannya mendorong sertifikasi halal, meningkatkan literasi ekonomi syariah, serta mempercepat pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah,” ujar Gubernur Zainal (25/6/2025).
Menurutnya, lebih dari 83% masyarakat Kaltara beragama Islam, sehingga potensi pengembangan ekonomi syariah di daerah ini sangat besar. Oleh karenanya, Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung program-program strategis seperti sertifikasi halal, pelatihan jaminan produk halal bagi UMKM, hingga pengembangan wakaf produktif. Kondisi perekonomian Kaltara yang tetap menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,6% secara tahunan (year on year) pada triwulan pertama 2025 ini, menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi daerah tetap solid meski menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga menyinggung pentingnya kemasan produk (packaging) bagi pelaku UMKM, agar mampu bersaing di pasar lebih luas, termasuk untuk ekspor. “Kalau ikan bandeng satu ekor hanya dihargai Rp2.500, setelah dibumbui bisa jadi lebih tinggi nilainya. Lalu, jika dikemas dengan baik menjadi bandeng presto, nilainya akan naik lebih tinggi lagi. Ini yang harus diperhatikan oleh para pelaku UMKM kita,” tegas Zainal kepada Tim Liputan.
Zainal juga memberikan masukan, agar program bantuan UMKM seperti gerobak usaha perlu dibarengi dengan pengawasan dan komitmen penggunaan jangka panjang, agar tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.(RT).










