EQUATOR-TV, TARAKAN – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 H, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan Persaudaraan Mualaf (Pemaaf) Kota Tarakan menggelar tabligh akbar bertema “Hidup Bersama Alquran”, pada Minggu pagi (6/7/2025), bertempat di Kayan Multifunction Room, Hotel Tarakan Plaza.
Tabligh akbar yang diikuti sekitar 1.200 peserta dari berbagai organisasi Islam dan masyarakat umum ini, menghadirkan Ustadz Muhammad Jaber, adik dari almarhum Ustadz Ali Jaber, sebagai penceramah. Ketua BKMT Kota Tarakan, Dra. Hj.Qomariatul Hidayah, menjelaskan bahwa awalnya panitia berencana mengundang Angelina Sondakh, sebagai mualaf dan penghafal Alquran, namun dikarenakan alasan jadwal, Ustadz Muhammad Jaber pun dipilih untuk memberikan tausiah pada tabligh akbar kali ini.
Di kesempatan yang sama, Susiani S.E., selaku Ketua Pemaaf yang sekaligus sebagai Ketua Panitia, menjelaskan bahwa acara ini digelar sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan takwa para mualaf yang telah berhijrah dan membawa mereka untuk senantiasa istiqomah.
Ustadz Jaber memulai ceramahnya dengan cara yang unik dan cukup menghibur. Ia menolak duduk di sofa empuk di tengah panggung dan memilih podium yang digeser ke tengah panggung. Tentu aksi ini membuat para peserta yang mayoritas ibu-ibu, merasa terhibur dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
Dalam tausiahnya, Ustadz Jaber menekankan pentingnya kehadiran di majelis ilmu. “Walaupun tidak faham, tidak mengerti, bahkan tertidur di majelis dan ikhlas hadir, maka insya Allah akan masuk juga di taman surga di akhirat nanti,” ujarnya. Ia juga menjelaskan tentang pengampunan dosa, terutama mengenai hubungan dengan sesama manusia, “Dosa yang berhubungan dengan salat, puasa, dan lainnya pasti akan diampuni Allah, tetapi dosa kepada sesama manusia, seperti mengfitnah dan menggibah, tidak akan diampuni Allah sebelum yang bersangkutan meminta maaf, ”imbuhnya.
Lebih jauh, Ustadz Jaber juga membahas pentingnya tabayyun, atau klarifikasi, ketika mendapatkan berita yang tidak benar. Ia menceritakan kisah seorang imam di zaman Rasulullah, yang selalu membaca surat Al Ikhlas atau yang lebih dikenal dengan sebutan Qulhu dalam setiap salatnya. “Rasulullah menekankan pentingnya memahami alasan di balik tindakan imam tersebut,” tuturnya. Ia melanjutkan, “Imam itu akan masuk surga karena mencintai surat Al Ikhlas.”
Ustadz yang dikenal ramah ini juga membagikan amalan harian, diantaranya membaca ayat kursi setiap pagi, sore, malam, dan setelah sholat fardhu. “Ayat kursi ini kita baca agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat,” katanya sembari memandu peserta membaca ayat kursi bersama-sama. Ia mengajak para hadirin untuk berdoa, “Bacalah doa ini setiap hari, maka insya Allah surga juga akan mendoakan kita untuk masuk ke dalamnya kelak.”
Tabligh akbar ini diakhiri dengan harapan dari Ustadz Jaber agar setiap orang yang hadir, dapat terus berkumpul di majelis ilmu dan memperkuat iman. Lewat kegiatan ini, diharapkan mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk selalu meningkatkan ketakwaan di tengah-tengah masyarakat Tarakan. (Sumber: Tim Pubdekdok BKMT Kota Tarakan)










