EQUATOR-TV, SURABAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) berkolaborasi dengan pemuda Kelurahan Morokrembangan, Surabaya, dalam menggelar workshop kerajinan tangan berbahan limbah bungkus kopi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah yang sudah cukup baik di wilayah tersebut, yang ditunjukkan dengan keberadaan bank sampah di tiap-tiap RT. Keberadaan bank sampah ini memudahkan warga untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara lebih terstruktur.
Dari proses pengelolaan tersebut, diketahui bahwa salah satu jenis limbah terbanyak adalah bungkus minuman saset. Melihat potensi ini, Diah Sri Rahayu, seorang warga lanjut usia di Morokrembangan, mulai mengolah limbah bungkus saset menjadi produk kerajinan berupa tas. Awalnya, Diah membuat tas hanya sebagai kegiatan iseng. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak tetangga dan teman mengaji yang tertarik dan memesan tas hasil karyanya.
“Awalnya ya saya hanya buat iseng-iseng saja ya, tapi tetangga-tetangga sama temen ngaji saya ternyata banyak yang minat dan minta dibuatkan juga, jadi sekalian saja saya jualin. Lumayan juga buat tambahan sehari-hari,” ungkap Diah (19/07/2025).
Tas hasil karya Diah dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp50.000. Harga ini dianggap wajar mengingat proses pembuatan tas memerlukan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak singkat. Satu tas bisa memakan waktu pengerjaan hingga satu hari, tergantung ketersediaan dan keseragaman kemasan bungkus saset yang digunakan. “Saya biasa mengerjakannya bisa satu hari untuk satu tas. Karenakan saya harus menyesuaikan kemasan yang sama. Belum lagi saya harus lipat satu persatu sebelum saya kaitkan,” jelasnya.
Melihat potensi besar dari kegiatan ini, para mahasiswa KKN UPNVJT menggagas pelatihan pembuatan tas berbahan limbah saset, yang melibatkan para pemuda di Kelurahan Morokrembangan. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong munculnya semangat kewirausahaan di kalangan anak muda.
Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai latar belakang kegiatan serta pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Selanjutnya, Diah Sri Rahayu tampil sebagai narasumber dan memberikan demonstrasi langsung mengenai tahapan pembuatan tas dari bungkus saset. Para peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti lomba membuat tas yang dinilai berdasarkan kreativitas dan kerapihan hasil akhir.
Kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif bagi para peserta. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, pelatihan juga melatih konsentrasi, kreativitas, serta membangun semangat kompetitif. Lebih jauh lagi, peserta dikenalkan pada peluang ekonomi melalui penjualan hasil kerajinan tangan.
“Seru banget. Karena selain dapet wawasan baru, kita juga lomba. Jadi selain sadar kalo pengolahan limbah itu penting, kita langsung praktek gimana cara ngolahnya dari hal-hal yang sederhana kayak hari ini kita bikin tas. Harapannya nanti bisa berkembang lagi dari jenis limbah yang lain,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Melalui pelatihan ini, kolaborasi antara mahasiswa KKN UPNVJT dan pemuda Morokrembangan membuktikan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya inovasi-inovasi baru dari generasi muda dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai, serta mendorong terciptanya ekosistem wirausaha berbasis lingkungan di tingkat lokal.










