Monday, October 19, 2026
  • Tentang Kami
  • Visi Dan Misi
  • Redaksi
  • Office & Studio
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Pelindungan Wartawan
Equator TV
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Tana Tidung
    • Nunukan
    • Malinau
  • Kaltim
  • Nasional
  • Politik
  • Advetorial
  • Login
No Result
View All Result
Equator TV
Home Advetorial

Kaltara Jadi Percontohan Penerapan Metode Bottom-Up untuk Tekan Angka Stunting

by REDAKSI
August 20, 2025
in Advetorial, Berita, Bulungan, Kaltara, Malinau, Nasional, Nunukan, Opini, Tana Tidung, Tarakan
Reading Time: 2 mins read
0 0
Kaltara Jadi Percontohan Penerapan Metode Bottom-Up untuk Tekan Angka Stunting
Share on FacebookShare on Whatsapp

EQUATOR TV, BULUNGAN—Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya.

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), Kaltara kini menjadi salah satu daerah percontohan penerapan metode Bottom-Up dalam penandaan, pelacakan, dan evaluasi kinerja anggaran tematik stunting.

Related posts

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

October 18, 2026
Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

October 18, 2026

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap program penurunan stunting benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan (Sosbudpem) Bappedalitbang Kaltara, Mufied Azwar, S.Pt, menjelaskan bahwa selama ini kebijakan pemerintah pusat umumnya menggunakan pendekatan Top-Down, dimana keputusan dibuat dari pusat dan diterapkan ke daerah tanpa banyak menyesuaikan kondisi lokal.

“Dalam pertemuan dengan Kemendagri, kami mengusulkan metode Bottom-Up. Artinya, kebutuhan dan usulan daerah bisa naik ke pusat dan dijadikan dasar dalam menyusun program. Jadi bukan sekadar menjalankan perintah dari atas,” ujar Mufied saat ditemui awak media.

Menurut Mufied, uji coba metode ini menjadi langkah penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Selama ini, banyak kebijakan dari pusat yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi dan tantangan di lapangan, terutama di wilayah seperti Kalimantan Utara yang memiliki karakteristik geografis dan sosial ekonomi berbeda dengan daerah lain.

“Kaltara dipilih karena karakteristik dan tantangannya berbeda jauh dengan daerah lain, terutama wilayah di Jawa. Jadi pendekatan yang kita pakai memang harus disesuaikan,” jelasnya.

Selain memperkenalkan metode baru, uji coba ini juga dibarengi dengan pembahasan penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, regulasi tersebut saat ini masih dalam tahap revisi dan hasil uji coba Bottom-Up diharapkan dapat menjadi masukan berharga dalam penyempurnaan kebijakan nasional.

“Rencananya Perpres itu disahkan Juli lalu, tapi masih ada penyesuaian. Hasil uji coba metode Bottom-Up ini diharapkan bisa jadi masukan untuk penyempurnaan peraturan tersebut,” tambahnya.

Pendekatan baru ini akan membantu memastikan struktur anggaran daerah lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan melibatkan pemerintah daerah secara langsung dalam perencanaan, alokasi anggaran dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kadang ada kegiatan yang judulnya bagus, tapi pelaksanaannya kurang menyentuh masyarakat langsung. Nah, lewat metode Bottom-Up, Kemendagri ingin memastikan belanja daerah lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Tujuan utama penerapan metode ini adalah memastikan setiap rupiah anggaran pemerintah digunakan untuk program yang berdampak nyata bagi penurunan angka stunting.

“Pada akhirnya, yang ingin kita pastikan adalah anggaran pemerintah dipakai untuk masyarakat yang membutuhkan, bukan hanya untuk kegiatan seremonial,” tutupnya.(RT)

Post Views: 48
Tags: Bappeda KaltaraKalimantan Utarametode botton uptekan angka stunting

Trending 7 Hari Terakhir

  • SKK Migas dan Pemprov Kaltara Susun Strategi Baru Distribusi Migas

    SKK Migas dan Pemprov Kaltara Susun Strategi Baru Distribusi Migas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edan! Rakyat Lagi Susah, Anggaran Cetak Kalender DPR Nyaris Rp 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT MIP Bantu Desa Sengkong Menyala 24 Jam Lewat Bantuan 95 Sambungan Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semarak Tanjung Selor! 3.500 Pendayung dan 130 UMKM Meriahkan Festival Sungai Kayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumuskan Arah Pembangunan 2027, Musrenbang Desa Katul Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Equator TV

Menjaga Narasi Menyatukan Negeri

Follow Kami:

Recent News

  • Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara
  • Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda
  • “Polisi Penolong” Beraksi di Pelabuhan SDF Tarakan, Hadir dengan Kepedulian dan Ketulusan

Category

  • Advetorial
  • Artikel
  • Berita
  • Budaya
  • Bulungan
  • Hiburan
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kuliner
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Recent News

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

October 18, 2026
Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

October 18, 2026
  • Tentang Kami
  • Visi Dan Misi
  • Redaksi
  • Office & Studio
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Pelindungan Wartawan

© 2026 EQUATOR TV

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Malinau
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kaltim
  • Politik
  • Nasional
  • Opini
  • Advetorial

© 2026 EQUATOR TV

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In