EQUATOR TV, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (PEMPROV KALTARA) meluncurkan sebuah inovasi strategis bernama SiKOMPAS Kaltara (Sinergi dan Kolaborasi Multi-pihak untuk Akselerasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara) sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Inovasi ini merupakan gagasan dari Bertius, Kepala Bappeda & Litbang Provinsi Kalimantan Utara, sebagai peserta pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan 11 tahun 2025.
Bertius menjelaskan, “Bappeda dan Litbang mempunyai tugas dan fungsi membantu gubernur dalam perencanaan pembangunan serta penelitian dan pengembangan dengan cakupan kerja lintas sektor mulai dari prasarana perekonomian, sosial budaya, hingga riset inovasi”. Ia juga menambahkan bahwa percepatan penanggulangan kemiskinan adalah salah satu isu penting yang menjadi perhatian pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, yang ditargetkan dalam dokumen RPJMD Provinsi Kalimantan Utara tahun 2025-2029.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2025 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kaltara mencapai 42.500 jiwa atau sekitar 5,54% dari total penduduk. Angka ini menjadi tantangan besar yang diperparah oleh keterbatasan infrastruktur, lapangan kerja, dan akses layanan dasar. Melalui SiKOMPAS Kaltara, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 2,90% pada tahun 2030, selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
SiKOMPAS Kaltara mengusung konsep sinergi dan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Logo SiKOMPAS Kaltara sendiri melambangkan tiga makna filosofi utama:
- Penentu Arah Bersama: Kompas menegaskan visi kolektif, menjadi penyeimbang arah, dan panduan agar pembangunan tidak keluar jalur.
- Penghubung Ragam Kepentingan: Menyatukan prinsip multipihak (pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi) sebagai pemersatu arah pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
- Simbol Navigasi Adaptif: Kolaborasi harus fleksibel, siap beradaptasi, namun tetap teguh menjaga tujuan utama.
Tagline inovasi ini adalah “Kesepakatan Arah, Kekompakan Langkah”. Tiga slogan utama dalam implementasinya ditujukan untuk:
- Dunia Usaha: Sinergi pembangunan hapuskan kemiskinan.
- Stakeholder Pendukung: Kolaborasi nyata, kesejahteraan merata.
- Masyarakat: Gandeng tangan erat, kesejahteraan terangkat.
Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyampaikan apresiasi atas lahirnya gagasan inovatif ini, menyatakan bahwa SiKOMPAS Kaltara merupakan langkah nyata untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Implementasi SiKOMPAS Kaltara akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan proyek percontohan di Kabupaten Bulungan, kemudian diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Program ini didukung oleh regulasi yang kuat, pemetaan stakeholder yang jelas, serta monitoring dan evaluasi berbasis data.
Tiga strategi utama dalam penanggulangan kemiskinan melalui SiKOMPAS Kaltara meliputi:
- Pengurangan beban pengeluaran masyarakat.
- Peningkatan pendapatan masyarakat.
- Pengurangan jumlah kantong-kantong kemiskinan.
SiKOMPAS Kaltara diharapkan menjadi harapan baru bagi keluarga miskin, anak-anak di desa terpencil, masyarakat perbatasan, dan seluruh masyarakat Kalimantan Utara. Dengan sinergi dan kolaborasi, diharapkan dapat terwujud Kalimantan Utara sebagai beranda depan NKRI yang maju, makmur, dan berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang S.I.P, M.Hum, juga mendukung penuh implementasi gagasan inovatif ini, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mempercepat pencapaian target penurunan angka kemiskinan. (MK)










