EQUATOR-TV, TARAKAN– Di tengah beredarnya isu yang menyebutkan bahwa kawasan Selumit Pantai kembali marak dengan aktivitas jual beli narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, tak mau tinggal diam. Fakta di lapangan yang berhasil BNNK Tarakan dapati, justru menunjukkan realita yang jauh lebih melegakan dibandingkan kondisi sebelumnya, sejak 2023 lalu.
Kampung yang dulunya sempat mendapat stigma negatif sebagai “Kampung Narkoba” ini, kini telah bertransformasi menjadi “Kampung Bersinar” (Bersih Narkoba) dengan suasana yang jauh lebih kondusif dan aman.
Kepala BNN Kota Tarakan, Evon Meternik, SE sempat mengajak Tim Liputan Equator TV untuk melihat langsung beberapa titik lokasi di Selumit Pantai dan berbincang dengan sejumlah warga disana pada Rabu sore (10/12/2025).
Perubahan drastis di kawasan tersebut, tidak ada lagi antrean pembeli di lorong-lorong sempit atau transaksi lewat lubang-lubang di kolong rumah yang dulu menjadi pemandangan yang meresahkan warga.
Hal ini merupakan bentuk komitmen BNNK Tarakan, bahwa tidak ada ruang untuk kembali ke masa lalu. Sebagaimana dijelaskan Evon. “Komitmen kami untuk menjaga Selumit Pantai agar tidak kembali ke masa kelamnya”, ujar Evon.
Menurutnya, pendekatannya bukan hanya sekadar patroli, melainkan hadir dan hidup bersama warga untuk memutus rantai supply and demand.
“Kita tidak akan pernah melepaskan Kampung Selumit Pantai ini menjadi kampung seperti sebelumnya,” tegasnya.
Usaha keras yang telah dibangun bersama anggota BNNK dan warga tidak akan disia-siakan.
“Usaha kita sudah hujan panas di sini, kita tidak mau kampung ini kembali seperti dulu lagi,” tegasnya.
Evon juga menceritakan bagaimana dulunya satu lubang transaksi narkoba bisa menghasilkan omzet fantastis hingga Rp80 juta dalam satu shift, atau total ratusan juta dalam semalam. Namun kini, lubang-lubang tersebut telah ditutup dan disemen, menutup akses bagi para pengedar.
Pengakuan Warga Selumit juga menyebutkan bahwa “Sekarang bisa tidur nyenyak”, ujar salah seorang ibu yang tinggal di Selumit Pantai.
Perubahan ini paling dirasakan oleh warga setempat yang selama bertahun-tahun hidup dalam ketakutan. Edi Artil, seorang tokoh agama yang telah tinggal di Selumit Pantai selama 13 tahun, memberikan kesaksian langsung mengenai kondisi keamanan saat ini.
“Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik, lebih baik daripada yang kemarin,” ungkap Edi.
Ia mengenang masa-masa sulit tahun 2023-2024 di mana aktivitas narkoba sangat parah hingga mengganggu ibadah warga.
“Jangan kita Pak, itu mau turun salat, waduh orang berdiri semua itu di pinggir jalan dulu,” kenangnya.
Namun, berkat kehadiran intensif BNNK Tarakan yang kerap berjaga dari sore hingga subuh, situasi kini berubah total. Menurutnya, tingkat keamanan dan kebersihan dari narkoba di kampungnya sudah mencapai 95%.
“Alhamdulillah kerja keras mereka kita lihat sekarang sudah kita lihat buktinya ya 95% itu sudah… luar biasa sudah bisa ibadah dengan nyaman,” tuturnya.
Meski kondisi Selumit Pantai kini sudah jauh lebih baik, BNNK Tarakan tetap tidak lengah. Evon menyatakan bahwa timnya akan terus melakukan pemantauan dan patroli, terutama menanggapi informasi sekecil apapun dari masyarakat mengenai potensi munculnya kembali aktivitas ilegal.
Oleh karenanya, dukungan stakeholder sangat penting dalam mentranformasi kampung Selumit Pantai ini. BNNK Tarakan juga berharap persoalan ini tak hanya diserahkan kepada pihak aparat saja. Namun butuh dukungan dan keterlibatan semua pihak, untuk sama-sama saling melakukan pengawasan.
“Begitu ada informasi bahwa ada riak-riak kembali peredaran narkotika di kampung ini, kita tetap hadir,” pungkas Evon.(RK)










