EQUATOR TV, BULUNGAN – Sejumlah bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian yang bersumber dari APBD Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2025, kembali disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Tanjung Selor, pada Rabu (24/12/2025).
Melalui bantuan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum kepada para petani dan kelompok tani dari berbagai kabupaten/kota di Kaltara ini, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Zainal menyebutkan bahwa upaya ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya petani yang menjadi ujung tombak pembangunan sektor pangan.
“Bantuan alsintan dan sarana pertanian ini kita serahkan agar petani bisa bekerja lebih produktif dan lebih giat lagi dalam mendukung program pemerintah,” ujar Zainal.
Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan terdiri dari traktor mini, cultivator, mesin perontok padi, handsprayer, hingga pompa air, yang disalurkan kepada 20 kelompok tani di seluruh wilayah Kaltara.
“Selain alsintan, kita juga bantu bibit, buku pendukung pertanian, bahkan ada bantuan uang tunai. Ini kita salurkan merata di seluruh Kaltara, bukan hanya di Bulungan,” jelasnya.
Tak hanya sektor tanaman pangan, Pemprov Kaltara juga memberi perhatian serius pada sektor peternakan. Tahun ini, pemerintah menyalurkan 1.375 ekor ayam petelur kepada empat kelompok peternak di beberapa kabupaten. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Kaltara terhadap pasokan telur dan daging ayam dari provinsi lain.
“Harapan kita kedepan, Kaltara tidak lagi bergantung dari daerah lain untuk kebutuhan telur, ayam, dan kebutuhan pangan lainnya,” katanya.
Secara rinci, pada sektor tanaman pangan, pemerintah menyalurkan 34 ton benih padi unggul, serta dukungan alsintan berupa 30 unit mesin perontok padi, 25 unit cultivator, dan 200 unit handsprayer untuk membantu efisiensi kerja petani di lapangan.
Sementara itu, sektor perkebunan dan hortikultura juga mendapat perhatian khusus, lewat penyaluran bantuan 23.080 bibit kakao, 10.750 bibit kopi, dan 2.673 bibit sawit.
Dan untuk hortikultura sendiri, petani menerima 30.000 bibit jeruk, 9.500 bibit durian, 5.000 bibit pisang cavendish, serta 2.500 bibit alpukat.
Menurutnya, potensi lahan pertanian di Kaltara sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu menopang perekonomian masyarakat desa.
Ia juga berpesan agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin, dan mengajak para kelompok tani untuk saling berbagi, terutama dalam penggunaan alsintan.
“Kalau alatnya belum dipakai, silakan dipinjamkan ke petani lain. Jangan sampai alatnya hanya tersimpan,” pesannya.
Dengan berbagai bantuan ini, Gubernur Zainal optimistis produktivitas pertanian Kaltara akan terus meningkat dan mampu bersaing, sejalan dengan visi Kalimantan Utara sebagai provinsi yang maju, makmur, dan berkelanjutan. (RT)










