EQUATOR-TV, BULUNGAN – Berkah Ramadhan tak saja menjadi lahan amal dan pahala bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, namun juga menarik minat para Nonis (Non Islam) di Kabupaten Bulungan.
Kekuatan toleransi antar pemeluk keyakinan berbeda, merupakan salah satu alasan merajut kebersamaan sebagai anak bangsa, yang diwujudkan oleh
Dewan Pimpinan Cabang Bulungan Lembaga Persekutuan Adat Dayak Kalimantan Timur-Kalikantan Utara (LPADKT-KU) dengan menggelar pembagian sembako kepada puluhan perwakilan penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan, pada Selasa (16/3/2026).
Pembagian sembako kali ini mengambil tempat di Cafe Merinding Gang Merundung, jalan Semangka Tanjung Selor, yang merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan sekaligus bukti toleransi antar umat agama dari para warga non muslim di Bulungan ini, yang sebagian besar menganut agama Kristiani.
Samion, S.H, selaku Ketua DPC LPADKT-KU Bulungan, saat wawancaranya dengan Tim Equator TV, menjelaskan tujuan dan sasaran giat sosial kali ini.
“Dalam rangakain kegiatan bulan Ramadhan, kita coba-coba berbagi semampu kita untuk teman-teman di yayasan, seperti disabilitas yang sudah kita laksanakan hari ini, dalam bentuk Sembako”, ujar Samion.
Saat ditanya alasannya mengapa memilih disabilitas sebagai sasaran, Samion menyebutkan bahwa teman-teman disabilitas dirasakan lebih membutuhkan bantuan ini.
“Memang ada beberapa tempat yang coba kami rembulan kemarin, seperti berbagi takjil dijalan untuk pengendara-pendengaran, tapi sepertinya teman-teman yang lebih membutuhkan adalah teman-teman yang ada disini (yayasan disabilitas), makanya itu kami membaginya ke yayasan ini,” imbuhnya
Sasaran pembagian bingkisan sembako menjelang lebaran khusus untuk anggota disabilitas kali ini, merupakan langkah kepedulian dan perhatian khusus LPADKT-KU kepada warga muslim yang mengalami kekurangan fisik.
Pembagian bingkisan oleh DPC LPADKT-KU ini, tak saja berlangsung di markas disabilitas, tetapi berlanjut juga ke wilayah- wilayah lain yang para muslimnya mengalami kekurangan fisik, seperti panti jompo dan yayasan penampung warga kurang mampu lainnya.
Ketua Yayasan FAQIH Hasan Center Disabilitas Kalimantan Utara, Hasanuddin mengatakan, terdapat sekitar 5000 penyandang cacat di Kalimantan Utara menyebar di berbagai wilayah Kaltara, dengan diberikan pendidikan, dan pelatihan keterampilan dan literasi. Selain itu, ada program discount juga yang khusus dijalankan untuk mereka.
“Kita ada launching kartu disabilitas, yakni kartu layanan. Jadi dengan kartu itu, nanti teman-teman disabilitas akan mendapatkan discount di semua UMKM yang ada di Kabupaten Bulungan.
“Hari ini, semua UMKM yang ada di Tepian Kayan, Tugu Kayan dan Taman Budaya Tanjung Palas, mereka dengan menunjukkan kartu akan mendapatkan discount berbelanja, yang merupakan salah satu komitmen dari Pemerintah Kabupaten Bulungan,” ujar Hasan.
Lewat beragam program yang ada serta pembagian bingkisan lebaran ini, diharapkan kelompok kecil tersebut, dapat mewakili keseluruhan pemanfaatannya oleh para penyandang disabilitas se-Kaltara.
Langkah sosial LPADKT-KU ini, juga diharapkan mampu mengispirasi lembaga dan korporat lainnya untuk melakukan aksi yang sama. Setidaknya telah tercatat BSB Sejahtera Bersama Bulungan, Toko Jatuh dan sejumlah lembaga swasta lainnya telah menggelar aksi sosial untuk para penyandang distibilitas di yayasan tersebut.
Mereka yang mendapatkan bingkisan diantaranya adalah para penderita tuna rungu, tuna wicara, cacat fisik kaki dan tangan serta tuna netra permanen. Masing-masing mendapat bingkisan beras, minyak goreng, telur, susu dan gula, serta tepung terigu.
Ketua Yayasan Disabilitas mengaku bersyukur sebab LPADKT-KU memberikan pehatian dan sentuhan yang amat berarti kepada para penyandang disabilitas yang selama ini merasa terpinggirkan dan tersisih ditengah masyarakat, karena kekurangan fungsi fisik yang dideritanya.
Segenap pengurus yayasan pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus LPADKT-KU Bulungan atas pemberian bingkisan lebaran tersebut.(SMO)










