EQUATOR-TV, TANJUNG SELOR, Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. Dt. Buyung Perkasa M. Pd dan Ketua Adat Kesultanan Bulungan Kabupaten Bulungan Darmansyah, melakukan pertemuan dan silaturahmi khusus dengan anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal SH di Rumah Jabatan Gubernur Kaltara, Jalan Bulu Perindu Tanjung Selor, pada Kamis malam (26/03/2026).
Pertemuan berlangsung akrab dan diwarnai diskusi panjang soal peranan dan kontribusi kerabat kesultanan terhadap kemajuan pembangunan dan kinerja pemerintah Provinsi Kalimantan Utara selama ini.
Tak saja soal kontribusi positif, dukungan kesultanan terhadap pemerintah yang dibicarakan, tetapi juga secara fair diakui penyampaian kritikan kerabat kesultanan kepada pemerintah terkait indikasi pelanggaran aturan maupun hukum yang berpotensi mengganggu kinerja pemerintah.
“Publik mungkin menilai saya keras terhadap kebijakan pemerintah yang salah, tetapi demi menjaga marwah Gubernur dan jajarannya saya selaku tokoh masyarakat harus mengingatkan jika melanggar aturan, ” ujar Dt. Buyung di hadapan Rahmawati seolah menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan melalui media bertujuan mengingatkan jika ada yang kurang pas dalam birokrasi.
Rahmawati selaku wakil rakyat di parlemen DPR RI yang juga istri Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang ini, mengaku tak keberatan kritikan masyarakat jika bersifat mengawasi dan membangun.
“Bapak (Zainal A Paliwang) juatru suka jika mendapat kritik masyarakat, sebab itu membantu dia terhindar dari pelanggaran, asal kritik itu dibarengi dengan solusi,” ujar Rahmawati.
Dua tokoh masyarakat yang sekaligus pemangku adat Kesultanan Bulungan ini juga menyampaikan sejumlah program dan strategi Lembaga Adat dalam menjaga marwah Kesultanan Bulungan.
Dalam hal ini, para Kepala Lembaga Adat ini berharap sinergitas antara pemerintah dan kerabat kesultanan seiring sejalan, sehingga marwah Bulungan sebagai salah satu kerajaan Nusantara terjaga dan memiliki jejak histori yang terus berkibar sepanjang zaman.
Dr. Buyung dan Darmansyah juga berbicara soal hibah lahan untuk kemajuan Kaltara. Salah satu yang disampaikan adalah pemberian lahan hibah untuk dibangun Lapas nomor 2 terbesar di Indonesia yang akan didirikan diatas hibah tanah kesultanan di Tanjung Selor.
“Proses pengurusan administrasi pembangunan Lapas sedang berjalan, “ujar Darmansyah.
Hal lain yang didiskusikan adalah soal keinginan para Kepala Adat Kesultanan Bulungan ini, membantu mengawal. kebijakan pemerintah dan soal penyatuan persepsi kerabat kesultanan yang dinilai selama ini belum seiring sejalan di internal kerabat kesultanan itu sendiri.
“Pemerintah bersemangat untuk membantu mendirikan marwah kesultanan dengan membangun miniatur dan pusat sejarah kesultanan tetapi kadang internal kesultanan sendiri belum kompak,” terang Rahmawati.
Untuk itu Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dapil. Kaltara ini, menghimbau agar kekompakan internal kerabat kesultanan disatukan dulu, sebelum gema kebangkitan kesultanan dibicarakan di tingkat pusat melalui DPR RI.
Rahmawati juga menginisiasi untuk membicarakan aset dan peninggalan yang kesultanan Bulungan di internal Fraksi Gerindra, agar bisa dikembalikan ke Bulungan.
Rahmawati berharap kelak miniatur Kesultanan Bulungan tersebut, dapat berdiri dan menjadi pusat sejarah dan wisata leluhur keraton dimasa yang akan datang.
Kerabat kesultanan sendiri disampaikan akan membangun Hutan Adat Kesultanan. Hutan Adat ini kelak akan dikelola komersial sebagai sumber pendapatan kerabat Kesultanan.
“Kami memohon pemerintah membantu mewujudkan Hutan Adat ini agar kerabat kesultanan memiliki sumber pendapatan”, ujar Darmansyah yang diamini Dt. Buyung Perkasa.
Rahmawati berjanji akan membawa para kepala Lembaga Adat Kesultanan ini untuk melakukan hearing dengan DPR RI terkait pembangunan kembali marwah kesultanan kedepan.
Wakil rakyat Kaltara di senayan ini juga berjanji akan membicarakan masukan 2 tokoh masyarakat Bulungan ini kepada Gubernur Kaltara, agar mengundang khusus untuk membahas berbagai masukan positif terkait kemajuan pembangunan dan juga lingkungan kesultanan.
Mengakhiri pertemuan khusus tersebut, Rahmawati mengajak 2 Tokoh Sentra Kesultanan Bulungan berkeliling rumah jabatan di berbagai sudut ruangan, sebagai kebangaan karya gubernur Kaltara Zainal A paliwang memimpin Kaltara selama 2 periode.(SMO)










