EQUATOR-TV, MALINAU – Pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) langsung menggelar peninjauan proyek pembangunan di sejumlah wilayah se Kalimantan Utara.
Pekan ini salah satunya Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala yang menggelar road show untuk meninjau proyek infrastruktur di wilayah pedalaman Apau Kayan, Kabupaten Malinau, diantaranya jembatan dan Rumah Sakit Pratama Long Ampung, yang ternyata kondisinya sejauh ini cukup memprihatinkan.
Apau Kayan, merupakan wilayah perbatasan yang menjadikan infrastruktur sebagai sarana vital penopang utama kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut.
Ingkong Ala yang tiba di Bandara Long Ampung, didampingi Asisten II Setprov Kaltara Bustan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Bertius dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah atau BPPD, Ferdy Manurun Tanduklangi, langsung meninjau Jembatan Long Ampung yang menjadi akses utama penghubung wilayah ini menuju bandara.
Wagub Ingkong Ala sebagai putra daerah suku Dayak mengaku sangat sedih dan prihatin dengan kondisi jembatan yang tidak saja berbahaya bagi warga, namun juga tidak layak ditengah geliat pembangunan kaltara sejauh ini.
Ia menyoroti kondisi jembatan yang ada dan meminta dinas terkait segera mengambil tindakan perbaikan, sebelum jatuh korban yang membahayakan.
Menurut penuturan warga Apau Kayan, kondisi jembatan yang dibangun sejak tahun 2008 tersebut, diakui sudah lebih dari satu dekade dan hingga kini belum pernah mendapatkan perawatan, sehingga kondisinya kian memprihatinkan.
Selain kondisi jembatan yang sudah rusak parah, nampak jalan penghubungnya juga mengalami kerusakan. Badan jalan baik di sisi kiri maupun kanan juga berlubang, sehingga kondisi konkrit jembatan kian riskan.
Hal itu diakui Wagub Ingkong Ala, sehingga pihaknya akan menjadikan hal ini sebagai prioritas pembahasan perbaikan dengan lembaga dan dinas terkait di Pemprov Kaltara.
Usai menilai jembatan dan jalan, rombongan Wagub selanjutnya melanjutkan monitoring proyek fisik ke Rumah Sakit Pratama atau RSP tipe D di Desa Long Ampung.
Ironisnya, kondisi fasilitas kesehatan tersebut juga dinilai dibawah standar bahkan jauh dibawah optimal dan sangat memprihatinkan.
“Yang dibutuhkan daerah perbatasan adalah sarana prasarana, SDM nya, gurunya, apalagi dengan kesehatan dan dokternya. Seperti yang dikeluhkan mereka, meski ada puskesmas tapi dokternya tidak ada,” ujar Ingkong prihatin.
Selanjutnya, seluruh hasil tinjauan Wagub Ingkong Ala tersebut, akan dibicarakan secara spesifik antar lintas selektoral, demi peningkatan kualitas layanan kesehatan khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan terpencil, agar tidak mengecewakan.
Wagub dan rombongan menyoroti beberapa bagian Rumah Sakit yang rusak, seperti plafon pada area sekitar ruang rawat inap.
“Ini bongkar semua, dan pasang talang yang lebar,” pintanya.
Wagub meminta kontraktor pelaksana bertanggung-jawab akan hal tersebut, dikarenakan kerusakan yang terjadi lantaran kesalahan teknis dari pengerjaan kontraktor.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan jembatan Nawang yang menghubungkan Kecamatan Kayan Hulu dengan Kecamatan Kayan Selatan.
Jembatan tersebut diketahui dibangun sejak tahun 2006 dan hingga kini juga membutuhkan perhatian, mengingat fungsinya sebagai penghubung antar wilayah di kawasan Apau Kayan.
“Jembatan ini mulai dari membangunnya, belum pernah ada perawatan. Yang kita khawatirkan kan masalah bautnya, harus ada perawatan,” ujarnya dengan nada cemas.
Kebetulan jembatan tersebut dibangun Ingkong Ala saat ia menjadi kontraktor, sehingga butuh perhatian untuk pemeliharaannya agar tidak rusak seperti pada jembatan sebelumnya.
Ingkong Ala juga menegaskan, seluruh infrastruktur yang ditinjau memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat, baik dari sisi konektivitas maupun pelayanan dasar sehingga diharapkan hal ini menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Ia bertekad, infrastruktur di perbatasan harus diperbaiki agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan pelayanan dasar dapat terpenuhi dengan baik. (SMO)










