EQUATOR-TV, MALINAU – Pertemuan bilateral antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Sarawak, Malaysia, di Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, berhasil menyepakati sejumlah agenda kerjasama strategis untuk memperkuat pembangunan kawasan perbatasan di Apau Kayan.
Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala dalam pidatonya menyebutkan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) kerjasama lintas batas yang dibahas bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah perbatasan.
Pertemuan dua pejabat negara di wilayah perbatasan tersebut, merupakan kunjungan balasan setelah agenda serupa digelar di Kuching pada Juni 2025 lalu.
Hasil kesepakatan yang dicapai di Long Nawang ini diharapkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata.
Terdapat sejumlah kesepakatan kerjasama yang disimpulkan kedua belah pihak dalam Rakor, yakni sepakat ingin perbatasan tidak lagi tertinggal, tetapi menjadi beranda depan yang maju dan sejahtera bagi kedua negara serumpun.
Lebih jauh Ingkong mengatakan kedekatan wilayah Kaltara dengan Sarawak menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui perdagangan lintas batas, investasi, dan penguatan sektor unggulan masyarakat.
Kedua pihak sepakat membentuk mini Sosek Malindo sebagai forum koordinasi langsung antar wilayah guna mempercepat pengambilan keputusan dan implementasi program di perbatasan kedua negara.
Di rakor serumpun ini juga disepakati sejumlah skema kerjasama langsung yang dinilai penting agar pembangunan tidak terhambat birokrasi panjang, lebih cepat, lebih efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat perbatasan.
Selain itu, kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian. Pertukaran pelajar dan peningkatan layanan kesehatan lintas batas diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan tersebut.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kaltara dan Sarawak sepakat mendorong peningkatan perdagangan serta membuka akses pasar bagi produk lokal. Komoditas unggulan seperti kakao, kopi, lada, cengkeh, dan vanili dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
“Pertemuan ini harapannya bisa mendorong percepatan pembangunan PLBN yang ada di Serawak. Karena apabila ini terbangun, dengan sendirinya pasti akan memunculkan percepatan ekonomi dan sistem perdagangan kita lebih baik karena akan ada ketertiban secara hukum, secara legal dan akan berdampak pada kerjasama yang lainnya, ujar Ingkong dalam wawancaranya dengan awak media.
Wagub menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama konektivitas kawasan, termasuk percepatan jalan penghubung Sarawak ke Apau Kayan dan pembangunan Pos Lintas Batas Negara atau PLBN.
“Jadi harapan kita, ini akan terbuka, apalagi PLBN yang ada di Long Nawang ini terhubung jalannya lebih terbuka menuju IKN Nusantara lebih dekat, kurang lebih 700 Km,” terang Ingkong.
Dalam aspek keamanan, dipastikan juga komitmen bersama untuk menjaga stabilitas wilayah perbatasan, termasuk mencegah peredaran narkotika dan aktivitas ilegal lainnya melalui koordinasi aparat kedua negara.
Hubungan sosial dan budaya yang telah lama terjalin antar masyarakat lintas batas harus terus dijaga dan diperkuat melalui kegiatan bersama.
Sementara itu, Timbalan Menteri Digital Sarawak, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong juga mengungkapkan pihaknya memberikan peluang kepada anak-anak perbatasan untuk kuliah diperguruan tinggi di Malaysia.
Pihaknya akan menyampaikan usulan mempercepat pembangunan PLBN di Sarawak oleh Pemerintah pusat Kerajaan Malaysia.
“Jadi saya percaya, bila saya balik ke sana nanti, kita akan adakan mini musyawarah, dan juga saya akan ke Kualalumpur untuk membawa perkara ini berjumpa dengan pihak atasan, termasuk Perdana Menteri dan Datuk Seri Fadillah, supaya kita dapat mengetengahkan dan mempercepatkan lagi ICQS (Immigration, Customs, Quarantine and Security) di sebelah sana secepat mungkin. Ini akan memudahkan perjalanan lintas dua negara dan dua wilayah,” tutupnya.(SMO)









