EQUATOR-TV, BULUNGAN – Demi mempermudah akses masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan segera membuka gerai pembayaran pajak kendaraan di sejumlah lokasi strategis.
Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut usulan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltara, agar layanan tak hanya berpusat di kantor induk saja.
Dalam keterangannya pada Jum’at (08/05/2025) Kepala Bapenda Kaltara, Dr. Tomy Labo, S.E., M.SI menyatakan saat ini sedang dalam tahap persiapan sarana dan prasarananya.
“Sudah disampaikan pak Dirlantas, itu sudah kita bicarakan di pra anev ya, dan ini sudah kita siapkan perlengkapannya dalam waktu yang tidak begitu lama, kita sudah akan buka gerai di terutama di Pelabuhan Tengkayu 1, kemudian untuk Tengkayu Sekayan 2 nanti itu akan diperkuat samsat keliling. Kemudian nanti di Pasar Induk kita sudah mendapat tempat, itu akan ada gerai tambahan bersama dengan Bank Kaltimtara, itu sudah nanti akan kami bicarakan lebih teknis lagi Anev nanti di evaluasi kita di kedepannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ditlantas Polda Kaltara, Kombes Pol. Muhammad Syarhan, S.I.K., M.H. menjelaskan pemilihan lokasi pelabuhan dan pasar didasari karena kedua tempat tersebut merupakan pusat keramaian dan aktivitas utama warga.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Bapenda dan juga Jasa Raharja untuk membuka gerai, karena gerai ini adalah tempat di mana pelayanan itu bisa berkelanjutan, kita melihat saat ini di wilayah khususnya di Kalimantan Utara itu ada di pelabuhan, karena tempat berkumpulnya masyarakat saat ini itu lebih cenderungnya di pelabuhan, karena pelabuhan itu adalah tempat transportasi yang digunakan saat ini secara optimal oleh masyarakat Kalimantan Utara khususnya,” ungkapnya
Dengan adanya gerai di titik keramaian tersebut, masyarakat bisa membayar pajak kapan saja saat beraktivitas, tanpa harus jauh-jauh ke kantor induk.
“Oleh karena itu, kami menyampaikan kepada pemerintah daerah melalui Bapenda, di seluruh pelabuhan itu kalau bisa dibuka untuk gerai pelayanan samsatnya, sehingga masyarakat pada saat menunggu, pada saat tiba, ataupun pada saat mau berangkat mereka sudah melihat ruang pelayanan publik itu ada tempat samsat untuk melaksanakan pembayaran pajak, jadi tidak serta-merta berada di satu titik atau di kantor samsat induk saja, tetapi kita membuka di ruang pelayanan, nah ini kami sudah berkoordinasi, sudah kami sampaikan sehingga bentuk-bentuk hal ini seperti ini bisa dimanfaatkan termasuk di pasar,” tambahnya.
“Pasar juga tempat orang berkumpul setiap hari. Nah, ini juga kita bisa memberikan. Jadi tidak fokus kepada kegiatan di pelayanan di kantor samsat induk, tetapi di gerai-gerai, di lokasi tempat pelayanan publik atau tempat berkumpulnya masyarakat itu kita juga buka,” pungkasnya.(NA)









